JAKARTA - Pernyataan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang mendukung pemberian gelar pahlawan terhadap Soeharto, merupakan kesalahan besar. Gus Dur diangap mengkhianati pahlawan reformasi.
Demikian diungkapkan pengamat politik, Fadjroel Rachman, saat berbincang dengan okezone, Minggu (23/11/2008).
Menurut Fadjroel, pernyataan dukungan tersebut merupakan kesalahan kedua Gus Dur, setelah sebelumnya juga menyatakan dukungannya kepada putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana.
"Gusdur selalu saja salah. Silahkan memuja Soeharto sebagai pahlawan PKS, orde baru. Tapi bukan pahlawan reformasi. Ini sama saja Gus Dur mengkhianati pahlawan Reformasi," tukas Fadjroel.
Alasan ketidaklayakan Soeharto sebagai pahlawan, menurut Fadjroel, yakni penguasa orde baru itu telah melakukan korupsi sesuai pernyataan PBB pada bulan Desember 2007. Kemudian juga diperkuat oleh Inisatif Stolen Asset Recovery (STAR) yang menyatakan mantan presiden tersebut sebagai orang terkorup nomor satu dan pelaku kejahatan HAM.
Fadjroel menyarankan, sebaiknya dukungan dan gelar pahlawan selayaknya diberikan kepada empat aktivis mahasiswa Trisakti yang tewas dalam membuka gerbang reformasi bagi bangsa Indonesia.
(hri)