Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penyandang Buta Aksara di Ponorogo Capai 16.094

Muhammad Roqib , Jurnalis-Senin, 24 November 2008 |03:35 WIB
Penyandang Buta Aksara di Ponorogo Capai 16.094
A
A
A

PONOROGO - Warga Ponorogo yang belum melek baca tulis alias buta aksara ternyata masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang diungkap Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, jumlah warga usia 44-65 yang masih berstatus buta aksara mencapai 16.094 orang. Mereka yang buta aksara ini sebagian besar tinggal di pelosok pedesaan di wilayah Kab Ponorogo.

Menurut Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Kab Ponorogo, Margono, angka buta aksara sebanyak itu nilainya sekitar 8, 73 persen dari jumlah total penduduk Kabupaten Ponorogo yang mencapai sebanyak 184.339 jiwa.

Dari jumlah penyandang buta aksara di tahun 2008 ini yang sudah digarap sebanyak 1.730 jiwa. Sisanya sekitar 14.364 lainnya akan dibebaskan dari buat aksara dalam tahun anggaran 2009 mendatang.

"Seharusnya wilayah Ponorogo sudah dapat dinyatakan sebagai daerah yang bebas buta aksara. Akan tetapi karena usia sarasannya ditambah oleh pemerintah pusat, akibatnya kami masih memiliki sebanyak 14.364 jiwa yang harus dibebaskan dar buta aksara," ujarnya, Minggu (23/11/2008).

Dia mengatakan, untuk menggarap angka buta aksara yang masih tergolong cukup tinggi tersebut, pihaknya membutuhkan dana sebanyak Rp400 juta untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan melalui berbagai kursus. Dana sebanyak itu, kata dia, harus diambilkan dari dana APBN atau APBD Pemkab Ponorogo.

"Kalau tidak didukung dengan adanya dana dari APBD atau APBD program pengentasan buta aksara untuk tahun selanjutnya tidak akan berjalan maksimal," tandasnya.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement