DEPOK- Dinas Kesehatan Kota Depok kembali melakukan pengobatan massal, berhubung wilayah ini dinyatakan endemis kaki gajah. Di Depok ditemukan 45 kasus postif kaki gajah atau filariasis, di antaranya sebanyak 22 penderita dalam kondisi krosis.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesekatan Kota Depok, Griece Sri Nugraha mengatakan, pengobatan massal filariasai akan serempak dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 20 Desember 2008.
"Tersebar di enam kecamatan dengan 33 kelurahan, sebab pengobatan massal tahap pertama di 30 kelurahan lainnya sudah dilaksanakan pada Agustus lalu," ujarnya di Depok, Kamis (4/12/2008).
Dalam pelaksanaannya nanti, Dinkes menyiapkan 3.300 kader sehingga terdapat 300 kader di setiap kelurahan. Pengobatan akan dipusatkan di kantor kelurahan dan Puskesmas setempat. "Targetnya sebanyak 500.000 warga," kata Griece.
Dia menjelaskan Depok dinyatakan endemis kaki gajah, karena dari 500 sampel darah yang diambil secara acak terdapat microfilaria di atas 1 persen. Dari hasil pengujian menunjukkan di wilayah Tapos, Cimanggis terdapat 2,83 persen positif kaki gajah dari jumlah sampel.
Sementara itu di Kelurahan Grogol dan Krukut, Limo tercatat 1,83 persen. "Jadi kalau persentasenya lebih dari 1 persen, maka harus dilakukan pengobatan massal. Obat yang harus diminum adalah Diethylcarbonazio Celtra Albendazione dan Paracetamol," imbuhnya.
Griece mengatakan pengobatan massal kaki gajah di Depok merupakan kali pertama setelah Bogor, Bekasi dan Subang. Bahkan untuk wilayah Jawa Barat, semua kabupaten/kotanya dinyatakan endemis kaki gajah.
Menurut dia, untuk pelaksanaan pengobatan massal ini, pemkot mengalokasikan dana dari APBD Depok 2007/2008 sebesar Rp1,3 miliar. Juga mendapat bantuan obat dari provinsi dan pusat.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.