Survei: Jepang Negara Termahal di Dunia

|

Foto: Bloomberg

Survei: Jepang Negara Termahal di Dunia

NEW YORK - Fluktuasi nilai tukar mata uang dunia menjadikan Jepang sebagai negara mahal bagi pendatang asing. Berdasarkan survei ECA-International, biaya hidup di negara Matahari Terbit ini termahal di dunia.

Sementara London tercatat sebagai kota dengan biaya hidup urutan ke-72 paling mahal. Sementara kota dengan biaya hidup paling mahal bagi pendatang dipegang Luanda di Angola. Minimnya dan langkanya produk yang biasa digunakan ekspatriat, membuat harga-harga kebutuhan melambung.

Krisis keuangan membuat London turun peringkat sebagai kota paling mahal di dunia. Posisinya turun ke peringkat 72. Posisi ini berarti lebih rendah di banding kota lain di Eropa, seperti Paris, Munich, Amsterdam, dan Brusel. Padahal tahun lalu London berada di posisi ke-10. Di jajaran negara Eropa, Moskow merupakan kota dengan biaya hidup paling tinggi.

Namun dari semua itu, kota-kota di Jepang masih memegang rekor sebagai kota termahal. Tokyo berada di posisi ke-2 menyusul beberapa tingkat di bawahnya Yokohama, Nagoya, dan Kobe.

Padahal tahun lalu, tidak ada satu pun kota di Jepang masuk dalam 10 besar. Ini disebabkan menguatnya nilai tukar yen dibanding beberapa mata uang asing.

Di Asia, Islamabad merupakan kota paling murah, di mana harga barang-barang dan jasa di sana, 70 persen lebih kecil dibanding rata-rata kota-kota di Jepang.

"Krisis ekonomi global membuat nilai tukar beberapa mata uang asing fluktuatif. Pada waktu tertentu penurunan dan kenaikannya sangat drastis," kata Lee Quane, General Manager Asia ECA International seperti dikutip Telegraph.uk Jumat, (5/12/2008).

Studi ini melibatkan 125 eksptariat yang tinggal di 370 lokasi di seluruh dunia. Mereka ditanyakan mengenai biaya yang dikeluarkan, mulai kebutuhan sehari-hari, transportasi dan hingga gaya hidup.

Data dikumpulkan organisasi Sumber Daya Manusia (SDM) ECA International. Organisasi berbasis di New York AS ini menyediakan layanan informasi SDM dan memiliki 4.000 jaringan lembaga SDM di 71 negara.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mega Senyum saat Ahok Ajukan Sarwo Jadi Wagub