JAKARTA - Kemajuan ekonomi yang mengalami peningkatan sebanyak dua persen dari era pemerintahan Megawati hingga kini, dianggap tidak tersalurkan ke bawah.
"Keuntungan pemerintah habis melayang di atas oleh kaum birokrat dan pihak-pihak yang berkuasa. Keuntungannya tidak sampai ke rakyat," ujar pengamat politik Arbi Sanit dalam Diskusi Polemik di Rumah Makan Warung Daun, Jakarta, Sabtu (13/12/2008).
Pada 2008 ini, lanjutnya, adalah periode percobaan demokrasi kedua sejak tahun 1999 lalu dan merupakan akumulasi puncak dari perkembangan masalah-masalah selama 10 tahun terakhir, baik dari persoalan sosisal, ekonomi, dan hukum yang berkaitan erat dengan kesejahteraan rakyat.
Pengamat dari Universitas Indonesia ini memberikan contoh satu bukti yang cukup miris, terlihat dari tidak tersalurkannya APBN/APBD kepada rakyat. Bahkan, kata dia, rakyat cenderung tidak mendapatkan anggaran tersebut dan sering kali tertindas.
"Rakyat numpang di tanah negara sendiri. Mereka tinggal dan berdagang di pinggir jalan malah digusur tanpa solusi yang jelas. Mereka dibiarkan menyelesaikan masalahnya sendiri selama ini," pungkasnya.
Dia menegaskan, yang perlu dipikirkan pemerintah sebenarnya adalah, mereka dipilih rakyat untuk mengurus rakyat dan bukan malah menggusur rakyat.
(teb)