Penjara 2 Tahun Tak Surutkan Lia Eden Sebarkan Ajaran

Senin, 15 Desember 2008 11:36 wib | Kemas Irawan Nurrachman - Okezone

JAKARTA - Perjalanan Lia Eden dan Komunitas Eden terus berlangsung. Pada 29 Desember 2005 malam, polisi telah menetapkan Lia Aminuddin sebagai tersangka, dan 30 anggotanya sebagai saksi.

Polisi menjerat Lia dengan Pasal 156 dan 336 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tentang penodaan agama dan menghasut atau mengajak orang lain mengikuti ajarannya.

Kejadian ini mendapat perhatian sejumlah organisasi Islam. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi saat itu meminta pemerintah menindak tegas pelaku ajaran Eden dan ajaran sesat lainnya yang serupa.

Dia mengkhawatirkan, jika aliran ini terus dibiarkan dapat meresahkan masyarakat dan menimbulkan bentrok sosial. Sebelumnya, Desember 1997 lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan karya-karya tulisan yang dihasilkan Lia sebagai produk aliran sesat karena menyeleweng dari ajaran Islam yang benar.

Selang beberapa waktu atau tepatnya 19 April 2006, sidang Lia Eden digelar perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ketika itu, Lia tiba di pengadilan dengan pengawal yang ketat.

Dalam dakwaannnya, Jaksa Penuntut Umum menyatakan Lia Eden terbukti melakukan penistaan terhadap agama dan diancam dengan hukuman lima tahun penjara.

Segala upaya dilakukan Komunitas Eden agar pemimpinnya dibebaskan. Salah satunya ancaman akan terjadinya gempa dahsyat jika Lia Eden tidak dibebaskan.

Komunitas ini mengklaim, bencana yang terjadi di Pulau Jawa seperti gempa Yogyakarta, Gunung Merapi, dan lumpur panas di Sidoarjo terjadi akibat persidangan atas Lia Eden.

Kamis 29 Juni 2006, Lia Eden tetap dianggap bersalah oleh pengadilan. Dia pun dikenai hukuman dua tahun penjara. Oleh pengadilan Eden dianggap telah menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan tulisan atau lukisan di muka umum yang isinya mengandung pernyataan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan di antara atau terhadap golongan-golongan rakyat Indonesia supaya isinya diketahui umum.

Berselang dua tahun kemudian, Senin (15/12/ 2008), Komunitas Eden kembali berurusan dengan pihak kepolisian. Kali ini, Lia Eden diduga kembali melakukan penghasutan dengan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membubarkan ajaran Agam Islam. (kem)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »