JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyakini peristiwa pembakaran kantor DPD PKS Depok dan sejumlah rumah kader PKS memiliki kaitan dengan teror bom molotov di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Demikian diungkapkan petinggi PKS Depok Amri Yusra kepada okezone di Jakarta, Selasa (16/12/2008).
"Saya yakin kejdaian di bandung dengan yang sekarang (kasus Depok) ada hubungannya. Ada pihak tertentu yang tidak suka dengan PKS, atau sengaja menggunakan PKS sebagai sasaran untuk memperkeruh suasana di Depok," paparnya.
Secara internal partai, Amri menjelaskan PKS mengingatkan kadernya agar terus waspada dengan situasi dan kondisi di lingkungan sekitar. Namun, dia mengaku tidak ada langkah khusus yang diambil PKS.
"Tidak ada tindakan khusus dari PKS selain meningkatkan kewaspadaan. Kita tidak ingin situasi ini memancing tindakan berlebihan dari kader-kader PKS," sambungnya
Seperti diketahui sebuah kebakaran bersamaan terjadi di 8 titik di daerah Depok, Senin Kemarin. Lima di antaranya adalah rumah milik kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 2 warung milik kader PKS, dan satu titik lagi adalah Masjid Mujahidin. Semuanya terletak di RT 05/01, Kelurahan Kemiri Muka, Beji Depok, Jawa Barat.
(ful)