JAKARTA - Alasan kendala infrastruktur yang dilontarkan pemerintah terkait kelangkaan elpiji di masyarakat merupakan sekedar cara pemerintah untuk mencari kambing hitam.
''Ini hanya kambing hitam saja,'' kata anggota Panitia Hak Angket (Panket) BBM dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Nizar Dahlan kepada wartawan seusai acara diskusi bertajuk "Harga BBM Turun, Antara Politis dan Realistis" di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12/2008).
Menurut dia, alasan pemerintah mengenai kelangkaan elpiji tidaklah logis. Hal tersebut menurutnya dikarenakan mekanisme pengadaan elpiji telah dijalankan pemerintah sejak dulu. Dia juga menduga ada permainan bisnis dalam rencana pemerintah untuk kembali menaikan harga elpiji. Pertamina pun dinilai tidak transparan dalam penghitungan kenaikan harga elpiji.
''Pemerintah ini sudah pekak (tidak bisa dibilangin lagi). Biar rakyat yang menilai. Kami menduga ini ada permainan bisnis dan sangat bermuatan politis sekali,'' ungkapnya.
Ketika pemerintah memutuskan untuk melakukan konversi dari minyak tanah ke elpiji, lanjutnya, hal tersebut hanya dijadikan tren oleh pemerintah untuk mencari uang. Ketika mayarakat telah menggunakan elpiji, saat ini elpiji pun menghilang.(lam)
(uky)