TANGERANG - Kondisi Albert Saputera (17), warga Kota Duri Kecamatan Mandau, Provinsi Riau yang menjadi korban peluru nyasar sudah stabil dan membaik setelah menjalani operasi pengangkatan proyektil di Rumah Sakit Global Medika, Tangerang.
Orang tua korban Yusak Saputra (40) mengaku, saat kejadian dirinya sedang tidak berada di lokasi. Namun berdasarkan informasi, saat anaknya tertembak ketika mengikuti turnamen golf tingkat ASEAN, tiba-tiba anaknya berteriak merasa badanya kena bola golf. Anehnya, saat itu rekan Albert melihat baju Albert ternyata sobek dan langsung mengeluarkan darah.
"Saya tau kalau anak saya masuk rumah sakit dari ketua panitia turnamen," ucap Yusak kepada wartawan, Seniin (22/12/2008).
Dia mengaku, saat dibawa ke rumah sakit, Albert dalam keadaan sadar begitupula saat akan dioperasi. Dirinya mengaku masih sempat berbicara dengan anaknya tersebut.
"Hasil rontgen ternyata ada proyektil berukuran dua sentimeter di punggungnya tepatnya di bawah kulit dan tidak tembus kedalam. Proyektil itu kini sudah bisa diambil dan memakan waktu 30 menit," tandasnya.
Yusak mengaku gembira, karena anaknya sudah dalam keadaan sadarKejadian ini, dia anggap sebagai musibah. Sedangkan mengenai asal proyektil yang sempat bersarang di tubuh anaknya, dia mengaku belum mengetahui secara pasti dari mana asalnya.
"Saya tidak tau darimana peluru itu. Tapi tadi dari Dandim sudah datang dan Dandim belum mengetahui secara pasti peluru itu milik siapa," tutur Yusak.
Sementara itu, Humas RS Global Medika Budi Haryono membenarkan kondisi Albert sudah stabil dan sudah diperbolehkan pulang. "Sudah stabil, dan soal kepulangan tergantung dari keluarganya," pungkasnya.
(teb)