Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus DBD di Cakung dan Duren Sawit Meningkat

Isfari Hikmat , Jurnalis-Kamis, 08 Januari 2009 |21:30 WIB
Kasus DBD di Cakung dan Duren Sawit Meningkat
A
A
A

JAKARTA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di kecamatan Cakung dan Duren Sawit wilayah Jakarta Timur mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kecamatan Cakung pada 2007 terdapat 1.228 kasus, dengan 2 kasus meninggal dunia, pada 2008 menjadi 1.469 kasus dengan satu kasus meninggal dunia.

Berdasarkan data yang diperoleh Sudin Kesehatan Masyarakat Jakarta Timur, kasus DBD sepanjang tahun 2007 sebesar 9.634 kasus dengan 19 orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan sepanjang tahun 2008 tercatat sebesar 8.295 kasus dan lima orang meninggal dunia.

Menurut Kasudin Kesmas Jaktim Prima Siwiningsih Walujati, masih tingginya kasus DBD di dua kecamatan tersebut tidak lepas dari kondisi pemukiman warga yang padat di wilayah Cakung dan masih banyaknya genangan air di sisa-sisa bongkaran rumah warga di Duren Sawit.

"Meski begitu catatan dua kecamatan ini saja tidak boleh dijadikan patokan. Warga di kecamatan lainnya harus tetap waspada dengan ancaman jentik nyamuk aedes aegepty. Apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan," ujar Prima.

Prima kembali menjelaskan sempat ada tiga kelurahan yang masuk zona merah yaitu Kelurahan Klender (Kecamatan Duren sawit), Kelurahan Jatinegara (Kecamatan Cakung), dan Kelurahan Rawamangun (Kecamatan Pulo Gadung).

"Oleh sebab itu, saya berharap warga tidak bosan-bosannya melakukan penyemprotan sarang nyamuk (PSN) setiap Jumat pukul 09.00 WIB pagi. Karena ini sangat penting, jangan sampai nanti yang tadi sudah masuk zona kuning atau hijau malah jadi merah," katanya.

Menurut Lurah Cakung, Lukman Hakim, pihaknya sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk setiap Jumat pagi. Namun soal masih tingginya angka kasus DBD di wilayahnya dia belum  mengetahuinya. "Saya masih akan melakukan pengecekan terhadap angka-angka itu," ungkapnya kemarin.

Sementara itu, dari 65 kelurahan di Jakarta Timur, tercatat hanya ada 9 kelurahan kelurahan yang masuk zona hijau atau bebas penyakit DBD di akhir tahun.  Kelurahan masuk zona hijau apabila dalam tiga minggu tidak terdapat kasus DBD.

Adapun ke-9 kelurahan di Jakarta Timur yang masuk zona hijau yaitu Pisangan Baru, Pekayon, Ujung Menteng, Pondok Kopi, Makasar, Kampung Melayu, Jatinegara Kaum, Tengah, dan Susukan.

Dalam data yang diterima tersebut juga terungkap, dari 65 kelurahan di Jakarta Timur terdapat 56 kelurahan yang masuk zona kuning. Kelurahan masuk zona kuning, apabila dalam tiga minggu pengamatan terdapat satu kasus DBD atau lebih.

(Novi Muharrami)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement