Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Minyak Mentah Cemari Perairan Balongan

Tomi Indra Prayitno , Jurnalis-Minggu, 22 Februari 2009 |16:34 WIB
Minyak Mentah Cemari Perairan Balongan
A
A
A

INDRAMAYU - Pencemaran lingkungan di perairan Indramayu kembali terjadi. Kali ini, sejumlah nelayan di muara Desa Lombang menemukan gumpalan-gumpalan hitam di perairan Balongan dan sekitarnya.

Ceceran gumpalan hitam yang ditemukan nelayan tersebut diduga merupakan ceceran crude oil (minyak mentah). Ceceran gumpalan hitam menempel di sejumlah jaring ikan milik nelayan setempat. Akibat hal itu,  jaring ikan milik nelayan tak bisa lagi digunakan untuk menangkap ikan, karena bercampur dengan minyak mentah.

Penemuan minyak mentah yang terjaring nelayan mengundang perhatian serius tim advokasi nelayan Kecamatan Juntinyuat. Ketua Tim Advokasi nelayan, Tirto Wiguno didampingi tim sekuriti PT Pertamina UP VI Balongan, Abdul Kodir dan Kasubag Pol Air Dadap Brigadir Suharjo serta puluhan nelayan, langsung meninjau ke lokasi pencemaran.

Selanjutnya gumpalan berwarna hitam menyerupai minyak mentah berikut jaring milik nelayan segera dibawa ke balai desa setempat. Para nelayan menduga gumpalan itu minyak mentah yang mencemari air laut dalam beberapa hari terakhir.

Nardi (35), salah seorang nelayan setempat, mengatakan saat itu dirinya sedang mencari ikan di perairan Balongan hingga Juntinyuat. Setelah beberapa jam, jaring ikan dilepaskan. Tetapi, saat diangkat bukan ikan yang didapat, malah gumpalan hitam yang melekat di jaring dan sulit untuk bersihkan. Saat itu juga, para nelayan terpaksa mengangkat seluruh jaringnya ke daratan.

Kerugian yang dialami para nelayan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, karena jaring mereka tidak bisa lagi digunakan untuk menangkap ikan. "Jaring terpaksa tidak dapat digunakan, karena kondisi jaring ikan sendiri bercampur dengan minyak mentah. Untuk itulah kami berharap  pelaku pencemaran mengganti jaring yang rusak," pintanya, Minggu (22/2/2009).

Tirto Wiguno menjelaskan, setelah mendapat informasi tentang penemuan limbah berupa gumpalan minyak, dirinya bersama tim dari PT Pertamina langsung mendatangi lokasi hingga mengambil sampel crude oil yang berada di tengah laut. Namun untuk sementara ini dirinya belum bisa memastikan apakah itu limbah minyak mentah atau bukan, dan masih menunggu hasil laboratorium.

"Kami meminta Pemkab Indramayu dan Pertamina secepatnya melakukan penelitian terhadap penemuan gumpalan hitam seperti minyak mentah ini, agar secepatnya didapat kepastian apakah memang gumpalan hitam itu merupakan minyak mentah ataukah bukan," ujarnya.

Kahumas Pertamina UP VI Balongan Darijanto membenarkan adanya penemuan gumpalan hitam oleh para nelayan Kecamatan Juntinyuat di perairan Balongan. Namun sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apakah itu minyak mentah atau bukan.

"Yang jelas kami sudah menurunkan tim khusus untuk meneliti gumpalan hitam yang ditemukan para nelayan," tuturnya.

Darijanto juga belum memastikan apakah gumpalan minyak mentah tersebut merupakan ceceran crude oil dari kegiatan bongkar muat kapal tanker Pertamina UP VI Balongan.

Pada September 2008, ceceran crude oil juga mencemari perairan Indramayu akibat tumpahan crude oil dari aktivitas bongkar muat kapal tanker "Arendal" milik Pertamina.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement