MAGELANG - Banyaknya masukan pengunjung yang mengeluhkan adanya pengunjung yang pingsan karena kekurangan minum, membuat pengelola Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Magelang, Jawa Tengah berpikir untuk menerapkan aturan baru.
Para pengunjung candi termegah di dunia itu diperbolehkan membawa minuman saat akan masuk ke kawasan candi. Namun dengan adanya aturan baru tersebut, kebersihan candi tetap menjadi perhatian khusus.
"Caranya, pengunjung yang membawa botol bekas air mineral saat turun dari candi, akan kita beri cindera mata. Tapi kemungkinan baru bisa kita lakukan setelah peringatan Waisak pada 9 Mei nanti," ungkap Kepala Unit TWCB Pudjo Suwarno, Kamis (23/4/2009).
Pudjo mengatakan, dalam sepekan terakhir ini jumlah pengunjung Candi Borobudur masih dalam tingkat standar. Untuk hari Senin hingga Jumat, jumlah pengunjung candi berkisar 2000 orang, sementara pada hari Sabtu dan Minggu berkisar delapan ribu hingga sepuluh ribu pengunjung.
"Kemungkinan akan mengalami peningkatan setelah UN selesai, maupun libur sekolah kenaikan kelas," ujarnya.
Muhtar, salah seorang pengunjung candi sangat antusias dengan adanya aturan tersebut. Sebab, saat siang hari cuaca di kawasan candi sangat panas. Belum lagi, dirinya harus berjalan mendaki, untuk mengitari semua bangunan candi.
"Jika tidak membawa persediaan airminum, mana tahan? Karena itu saya hanya meluangkan sedikit waktu di atas candi," keluhnya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.