getting time...

NEWS » News

Kecewa Pemerintah, Buruh Tolak Pemilu

Jum'at, 1 Mei 2009 17:02 wib
Foto: Tritus Julan (Koran SI)
Foto: Tritus Julan (Koran SI)

MOJOKERTO - Ratusan buruh di Kabutaten dan Kota Mojokerto menggelar aksi demo menyambut hari buruh se-dunia (May Day). Selain menuntut kenaikan upah seratus persen, mereka juga menolak hasil Pemilu 2009.

Aksi buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat (ABM) ini memulai aksinya di depan Kantor Pemkot Mojokerto dengan menggunakan dua bus dan puluhan kendaraan roda dua. Mereka menggelar orasi terbuka dan menyampaikan beberapa tuntutan. Di antaranya kenaikan upah seratus persen dan penghapusan sistem kerja kontrak.

Beberapa saat kemudian, rombongan buruh bergerak menuju Kantor Pemkab Mojokerto. Di lokasi ini, buruh harus menelan kekecewaan, karena tak satupun perwakilan dari Pemkab Mojokerto yang berniat menemui mereka.

Muhammad Yusuf, salah satu koordinator aksi mengungkapkan, dalam aksi ini buruh tak hanya menyampaikan tuntutan atas hak-haknya yang belum dipenuhi pemerintah. Buruh juga mulai geram dengan partai politik yang tak pernah memberikan solusi atas masalah yang dihadapi buruh. "Tak ada satupun partai politik yang ikut memperjuangkan nasib kami," teriak Yusuf dalam orasinya, Jumat (1/5/2009).

Lantaran itu kata dia, buruh bersepakat untuk menolak hasil pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) nanti. Menurutnya, pemilu hanya menghasilkan politikus busuk yang tak mau mendengar suara buruh. "Elit politik yang terpilih dalam pemilu adalah elit politik bandit. Kita tak percaya jika pemilu bisa menghasilkan pemimpin yang ideal untuk negara ini," tandasnya.

Puas menggelar orasi, ratusan buruh ini bergerak menuju Surabaya melalui jalur Kecamatan Jetis. Di sana, para demonstran menjemput buruh lainnya di pabrik-pabrik sepanjang jalur ini. Beruntung aksi berjalan tertib.
(Tritus Julan/Koran SI/teb)