JAKARTA - Tidak sedikit pejabat yang tersandung lantaran memiliki persoalan "asmara" dengan perempuan lain yang bukan istrinya. Bahkan keluarga harus menanggung malu akibat perbuatan yang dilakukan oleh pejabat tersebut.
Dari penelusuran okezone, paling tidak ada empat pejabat yang tersandung karena ada "main asmara". Pejabat itu adalah Yahya Zaini, Max Moein, Al Amin Nasution, dan terakhir Antasari Azhar. Selain itu, ada juga sejumlah nama pejabat daerah yang kasus perselingkuhannya mencuat ke media massa nasional.
Kasus perselingkuhan pejabat semakin panas diberitakan oleh media massa pada akhir 2006, setelah video porno Ketua DPP Partai Golkar Bidang Agama, Yahya Zaini-Mari Eva mencuat ke permukaan melalui telepon seluler dan juga internet.
Kasus Yahya Zaini dan Maria Eva mencuat pada Desember 2006. Video berdurasi 42 detik itu membuat Yahya Zaini menghindar dari kejaran pers, termasuk infotainment, sejak kepulangannya dari Australia 1 Desember 2006.
Setelah menjadi bulan-bulanan pers, akhirnya Yahya Zaini pun menyatakan pengunduran dirinya dari DPR dan Partai Golkar. Hal ini meredupkan karir politik Yahya yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun.
Ada juga Max Moein, politisi dari PDI Perjuangan. Karirnya pun tamat setelah skandal dengan mantan sekretaris pribadinya mencuat ke media massa. Desi Vidyawati melaporkan Max Moein ke Badan Kehormatan DPR.
Pada 9 September 2008, Max resmi diberhentikan dari keanggotaannya di DPR. Politisi asal dapil Kalimantan Barat ini pun menghilang bak ditelan bumi. Kiprahnya di politik meredup seiring pemecatannya dari DPR.
Setelah Max, kisah politikus "main mata" dengan perempuan bukan istrinya dilanjutkan oleh Al Amien Nur Nasution. Pria kelahiran Jambi 28 Maret 1972 ini, tertangkap KPK di Hotel Ritz Carlton pukul 02.00 WIB pada Rabu 9 April 2008. Saat penangkapannya, politisi muda ini sedang bersama seorang perempuan yang diketahui masih berstatus mahasiswi di Universitas Pakuan Bogor.
Perempuan bernama Eiffel disebut sebagai pekerja seks komersil yang biasa menemani para pejabat. Dalam sidang di Pengadilan khusus Tindak Pidana Korupsi, jaksa KPK mengungkap percakapan telepon yang disadap itu menjadi bukti kalau perempuan tersebut adalah pesanan Al Amien dan bukan pacar anak buahnya, seperti yang diungkap tim kuasa hukum pada dua hari usai penangkapan suami Kristina pelantun lagu Terlena ini.
Kini karir politik Al Amien pun meredup, seiring keputusan Mahkamah Agung yang menetapkan hukumannya menjadi 10 tahun setelah dia melakukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi.
Tampaknya tiga kasus politisi di atas tidak membuat Antasari Azhar belajar banyak. Kursi panas sebagai Ketua KPK pun kini ditinggalkannya. Antasari terpuruk sebagai punggawa pemberantas korupsi negeri ini karena masalah "asmara." Antasari pun juga merasakan dinginnya tembok penjara, sama halnya dengan beberapa nama pejabat yang telah ia jebloskan ke penjara karena kasus korupsi.
Berawal dari perkenalan dengan seorang caddy bernama Rani Juliani tiga tahun silam, disebut-sebut membuat Antasari terlibat cinta segitiga, antara Antasari, Rani, dan almarhum Nasrudin Zulkarnaen. Bukti ini rupanya dimiliki oleh pengacara para eksekutor Nasrudin. Mereka bahkan bersiap untuk menyebarkan foto mesra Antasari dengan Rani.
Dugaan perselingkuhan dengan Rani yang pernah bekerja sebagai caddy di Modernland terungkap setelah polisi mengaitkannya dengan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Bos PT Putra Rajawali Banjaran ini terbunuh pada 14 Maret silam, usai bermain golf di Modernland, Tangerang, Banten.(nov)
(mbs)