JAKARTA - Publik masih bertanya - tanya apa yang sesungguhnya terjadi pada Manohara Odelia Pinot yang selama ini dikabarkan mendapat perlakuan kasar dan disekap suaminya pangeran Kerajaan Kelantan Tengku Fakhry.
Untuk menjernihkan kebenaran kabar - kabar itu, Duta Besar RI untuk Malaysia Da'I Bachtiar meminta agar pihak KBRI dapat mengirimkan utusan menemui Manohara.
Permintaan itu disampaikan Da'I Ketika menerima tiga utusan Sultan Kelantan kemarin di Kualalumpur.
Namun menurut Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah, sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak Kesultanan Kelantan mengenai permintaan itu.
"Ada pertemuan dan (permintaan) itu disampaikan ke utusan Kesultanan," kata Teuku, Kamis (7/5/2009).
Langkah untuk dapat menemui Manohara secara langsung merupakan upaya Deplu untuk mencari titik temu dari perseteruan pihak keluarga dan kesultanan.
"Setidaknya kami memfasilitasi. Walaupun ini masalah keluarga, tapi sebagai langkah perlindungan WNI kami melakukan inisiatif untuk mengirimkan wakil KBRI menemui Manohara," jelas Teuku Faizasyah.
Teuku berharap pertemuan pihak KBRI dengan Manohara dapat menjernihkan persoalan di mana saat ini banyak berkembang cerita soal kondisi Manohara yang belum dapat dipastikan.
"Pertemuan itu diharapkan akan mengakhiri sepekulasi yang berkembang. Kami akan mengkonfirmasi apa yang sebenarnya terjadi," tuturnya.
Perang opini antara keluarga Manohara dan pihak Sultan Kelantan selama ini menghiasi media. Pihak Manohara menuding Manohara telah diperlakukan secara kasar sehingga menderita. Di sisi lain, pihak keluarga Sultan Kelantan dengan para kerabatnya beberapa kali melakukan konferensi pers untuk mengkonter tudingan itu. Manohara disebutkan dalam kondisi sehat dan bahagia tidak seperti yang dituduhkan oleh pihak keluarga Manohara.
Selain itu, beberapa foto mengenai aktivitas Manohara dengan suaminya pangeran Fakhri juga disebar di media.
(fit)