BANYUASIN - Gara-gara ribut dengan suaminya, Devi (18), ibu rumah tangga warga Kelurahan Kedondong Raye, Pangkalan Balai, Banyuasin, Sumatera Selatan, nekat hendak mengakhiri hidupnya, dengan cara minum racun yang biasa digunakan untuk membunuh babi hutan yang sering merusak kebun.
Peristiwa menghebohkan warga sekitar rumahnya ini terjadi Kamis (7/5/2009), beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan tim medis Rumah Sakit Umum Daerah Banyuasin.
Menurut suami korban, Ijal (25), saat mendampingi istrinya dirawat, kejadian itu berawal dari perang mulut antara dia dengan korban. Saat itu korban merengek agar diperbolehkan pulang ke rumah orang tuanya.
Permintaan itu tidak dikabulkan Ijal, hingga cekcok antara keduanya tidak bisa dihindarkan.Untuk menghentikan ribut mulut itu, Ijal memilih keluar rumahnya.
"Saat aku pulang lagi ke rumah, istri saya tergeletak dengan kondisi mulut berbusa dan pingsan. Di sampingnya saya lihat ada racun babi yang saya simpan di dapur," ujar Ijal.
Oleh Ijal, korban langsung diberinya air asam Jawa, sebagai pertolongan pertama pada korban.Lalu, Ijal bersama tetangganya membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Banyuasin.
Setibanya di sana, tim medis segera memberikan pengobatan. Dr Rio yang merawat korban mengatakan kondisi korban mulai membaik. "Karena racun di perutnya sudah dikeluarkan saat ia muntah-muntah," tadi pungkas Rio.
(Sutamin/Global/fit)