getting time...

Vonis Dini Antasari Azhar

Muhammad Saifullah - Okezone
Jum'at, 8 Mei 2009 18:39 wib

SUKA atau tidak suka, peran Antasari dalam memberantas korupsi patut mendapatkan apresiasi. Terlepas dari statusnya sebagai tersangka kasus pembunuhan, jasanya tak boleh diabaikan begitu saja. Jangan sampai nasib Antasari ibarat pepatah gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga.

Perlakuan manusiawi dan proporsional harus senantiasa diberikan kepada Antasari. Toh, bukankah asas praduga tak bersalah harus senantiasa di kedepankan terhadap siapa pun yang terlibat kasus hukum, tanpa pandang bulu.

Sikap Kejagung yang terlalu dini mengumumkan status tersangka kepada Antasari sungguh patut disayangkan. Begitu pula dengan respons Komisi Pemberantasan Korupsi yang begitu cepat menonaktifkan Antasari dari jabatannya.

Tak beda jauh, Kepolisian pun seolah bersikap serupa. Entah atas dasar apa, proses penetapan tersangka dan penahanan Antasari super cepat. Sekali diperiksa Antasari langsung ditetapkan jadi tersangka dan ditahan. Begitu di dalam tahanan, dia pun diharuskan memakai baju tahanan.

Tidak heran apabila sebagian anggota dewan akhirnya berteriak memrotes perlakuan bagi Antasari. Hal itu dinilai tak layak karena status Antasari masih ketua KPK, meski nonaktif. Sebagian anggota DPR malah curiga perlakuan polisi kepada Antasari sedikit dibumbui aroma ?balas dendam' karena salah seorang mantan kapolri pernah dijebloskan KPK dibawah pimpinan Antasari, ke dalam bui.

Kebijakan KPK memberhentikan sementara Antasari dan melimpahkan jabatannya kepada pimpinan kolektif juga menuai kritik pedas karena dinilai tak memiliki payung hukum. Tarik ulur pun masih berlangsung menyikapi kebijakan KPK.

Pembunuhan Karakter

Di luar institusi penegak hukum, publik pun digiring untuk bersama-sama menghakimi Antasari secara sosial. Di sini peran media sangat menonjol dalam membuat opini publik. Gencarnya upaya pembunuhan karekater Antasri diduga melibatkan sejumlah oknum yang memanfaatkan standar ekspektasi publik yang lebih tinggi kepada Antara, sebagai konsekuensi logis menduduki jabatan sebagai Ketua KPK.

Perlahan tapi pasti, setting hukuman sosial kepada Antasari pun membuahkan hasil. Skandal Antasari menjadi bahan pergunjingan utama seantero nusantara. Terutama skandal asmara yang diduga melatarbelakangi pembunuhan Nasrudin.

Upaya pembunuhan karakter Antasari boleh dibilang sukses. Bahkan andaikata suatu saat Antasari tak terbukti bersalah di pengadilan pun, tak akan bisa memulihkan nama baiknya, apalagi karirnya.

Dari sepenggal kisah perjalanan Antasari di atas muncul sebuah pertanyaan, dimanakah asas praduga tak bersalah itu diletakkan? serta apakah patut Antasari dan keluarganya menerima hukuman sosial atas apa yang belum tentu dilakukan?. Tidakkah seharusnya semua pihak menahan diri untuk tidak menghakimi sebelum melihat hasil penyelidikan polisi serta keputusan hukum tetap?.


(ful)

  • meta » 0 Tanggapan
    Bagi saya, kasus Antasari bukanlah hal asing dan saya tidak terkejut karenanya. Sebab, Pak Antasari sendiri adalah seorang pejabat yang jabatannya mulia, memberantas korupsi. Tidak heran, beliau memiliki banyak musuh, terutama orang - orang yang pernah dijebloskannya ke penjara, sungguh ironis nasib beliau sekarang, yah tapi saya rasa itulah resiko pekerjaan. Buat Pak Antasari, jika memang bapak tidak bersalah, toh pada akhirnya akan terbukti juga. Begitupun sebaliknya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tori » 0 Tanggapan
    begitulah kelemahan hukum yang dibuat oleh manusia yang tidak berdsarkan syariat islam. islam selalu objektif dan dan adil dalam memutuskan hukum tanpa mendzalimi siapapun. saran ana tegakkan lah syariat islam. allahu akbar
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Deviasri Sukmawati » 0 Tanggapan
    Mari kita melihat permasalahan ini dengan pikiran CERDAS, Bagaimanapun juga peran Pak Antasari sangatlah besar bagi bangsa ini yang brobok dengan korupsi.. And knapa seolah2 DPR mengulur ulur waktu utk mnyelesaikan permasalahan kepemimpinan sementara berkaitan dgn Pak Antasari ditahan?? (dan spt nya, ini smua merupakan "hawa segar" bagi para koruptor2 itu..) Dan bukan tidak mungkin, ini semua merupakan konspirasi tingkat atas untuk menjatuhkan Pak Antasari.. Lepas dari itu semua, KORUPSI tetap harus dibantai!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • saiul anam » 0 Tanggapan
    ya biarin mass,, nama nya maling di manapun mna ada yg mau ngaku,knpa sih klo pejabat yg tersangkut perkara selalu ada kata2 ASAS PRA DUGA TAK BERSALAH,coba klo masarakat biasa yg jadi pelaku apa penegak hukum akan konsisten dgn kata2 itu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • suwari sh » 0 Tanggapan
    polisi harus benar benar mengungkap siapa SHW karena sepak terjang orang ini sangatlah dicermati, ingat kasus PKB perpecahan GUSDUR dan MUHAIMIN mereka berada ditengah perpecahan ini, untuk itu polisi harus mengungkap tuntas : siapa sebenarnya siapa dibelakang SHW ini. sehingga ini bisa disebut publik operasi intelejen dengan target antasari azhar. dengan motif yang dipakai antara persoalan asmara maupun pemerasan
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.