SUBANG - Sebanyak 284 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Subang mayoritas disebabkan hubungan seks bebas di luar ikatan pernikahan.
Koordinator Program Penanganan dan Pencegahan IMS HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Suwata mencatat dalam 10 tahun terakhir ini jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Subang sebanyak 284 kasus.
Suwata menjelaskan, dari jumlah tersebut sebanyak 73 persen di antaranya disebabkan prilaku seks masyarakat. Selain seks bebas, penularan virus yang belum ditemukan obatnya itu dipicu oleh penggunaan jarum suntik dan penularan melalui air susu ibu yang positif HIV/AIDS kepada bayinya.
"Hubungan seks bebas merupakan penyebab penularan HIV/AIDS terbanyak. Setelah itu baru dari jarum suntik 20 persen dan 2 persen sisanya diakibatkan penularan pada bayi dari ibu yang positif," papar Suwata.
Dari potensi usia yang penderita HIV/AIDS, Suwata memaparkan jumlah penderita HIV/AIDS itu, usia produktif antara 15-30 tahun jauh lebih besar dari potensi penularan usia di luar itu, yakni mencapai 80 persen. Sebagian besar dari kalangan usia produktif, termasuk di dalamnya dari pelajar meskipun hanya satu persen.
Menyikapi fenomena itu, sejauh ini pihaknya hanya melakukan upaya pencegahan penularan HIV/AIDS di masyarakat. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi ke komunitas tertentu seputar bahaya dan cara penularan virus mematikan tersebut, juga membuka layanan konsultasi layanan klinik.
Meskipun begitu, hal terpenting yang dalam upaya pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS melalui gaya hidup sehat masyarakat. Persoalan ini tidak hanya sebatas penanganan medis, HIV/AIDS tidak bisa terlepas dari gaya hidup seseorang.
"Untuk meminimalisasi, kami melakukan kerja sama dengan berbagai intansi baik pemerintah maupun LSM dengan cara pendekatan moral," imbuhnya.
(Annas Nasrullah/Koran SI/ram)