getting time...

NEWS » News

DBD di Jakarta Timur Masih Tertinggi

Jum'at, 15 Mei 2009 21:06 wib

JAKARTA - Wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat DKI Jakarta. Menurut Sekretaris Daerah  (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Muhayat,  perubahan cuaca ekstrim saat ini perlu diwaspadai oleh segenap masyakat.

Muhayat melanjutkan, meski kejadian luar biasa (KLB) DBD sudah lewat, namun masa peralihan iklim sedang terjadi. "Saat ini terjadi pergeseran musim satu bulan lebih lambat," ungkap Muhayat di Jakarta, Jumat (15/5/2009).

Dalam masa peralihan, menurutnya, hujan akan jarang turun sedangkan cuaca sudah mulai memanas. "Maka kondisi ini berpotensi meningkatkan telur-telur atau jentik-jentik nyamuk aedes aegepty," ungkapnya.

Muhayat menjelaskan, saat ini Jakarta Timur masih tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pasien tertinggi. "Saya minta masyarakat Jaktim tetap waspada karena hingga 13 Mei 2009 ini pasien DBD di wilayah Jaktim masih tertinggi," katanya saat membentuk tim jumantik dari unsur pengusaha dan pendidik di Gedung Walikota Jakarta Timur.

Tercatat jumlah pasien penyakit DBD di Jakarta Timur mencapai 4.192.000 jiwa dengan korban meninggal dunia mencapai 10 orang. "Jaktim harus berubah. Keluar dari zona merah," tegasnya.

Walikota Jakarta Timur Murdhani mengatakan, tingginya jumlah pasien DBD di Jakarta Timur dikarenakan wilayah yang sangat luas. "Jakarta Timur merupakan wilayah paling luas di DKI Jakarta," tuturnya.

Selain itu, jumlah penduduknya juga cukup tinggi. Namun dia berharap masyarakat tidak boleh menyerah untuk memerangi penyebaran wabah DBD dengan melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan (3M) menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang bisa menjadi genangan air.


(Isfari Hikmat/Koran SI/ram)