getting time...

NEWS » News

Museum Amri Yahya Segera Berdiri

Minggu, 17 Mei 2009 04:07 wib

YOGYAKARTA - Setelah terbakar 14 September 2004 dan pelukis Amri Yahya meninggal pada 19 Desember 2004, aktivitas pameran karya lukis di Amri Art Gallery sempat mengalami kevakuman. 


Namun sejak April 2005, dengan swadana keluarga mulai dibangun kembali Amri Art Gallery. Menurut penuturan putra alm Amri Yahya, Adwi Amri, karena keterbatasan dana maka untuk sementara pembangunan diutamakan pada ruang pamer utama (pendopo).

"Karena dana masih terbatas pembangunannya kita utamakan dulu yang bagian Pendopo dulu asalkan kegiatan pameran masih tetap bisa dipakai," ujar Adwi di sela-sela Soft Launch Amri Museum dan Art Gallery, Sabtu (16/5/2009).

Adwi menambahkan, pada akhir Mei ini Amri Art Gallery telah dibuka kembali untuk umum dengan nama Amri Museum and Art Gallery. Ke depan museum ini, bukan sekadar menampilkan karya Amri Yahya, namun dapat terus menerus menjadi sebuah fasilitas berkesenian masyarakat.

"Kita buka untuk umum supaya kegiatan berkesenian bisa terus eksis di sini,' tuturnya.
Konsep pengembangan Amri Museum and Art Gallery ini telah disiapkan oleh pihak keluarga. Namun akibat keterbatasan anggaran itu, maka perhatian dari masyarakat dan pemerintah masih sangat dibutuhkan.

Sementara itu, dalam Soft Launching Amri Museum and Art Gallery tersebut hadir sahabat alm Amri Yahya, yaitu Alex Noerdin yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan. Alex merupakan Gubernur Sumsel yang pertama kali datang usai peristiwa kebakaran yang menimpa Amri Art Gallery pada 2004. 

Alex berharap agar Amri Museum and Art Gallery bisa segera terwujud dan mampu menampung aspirasi masyarakat untuk berkesenian khususnya lukis. "Para seniman dan masyarakat tentu nantinya bisa semakin meningkatkan diri untuk berkarya, jika Museum Amri Yahya ini bisa berdiri," tutur Alex.

Pelukis Amri Yahya sempat mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari UNY atas pengabdiannya yang luar biasa di bidang seni rupa. Sejak 1982 hingga wafat, ia teus berjuang agar pemerintah mejadikan kebudayaan sebagai bagian pokok pembangunan nasional. 

(Satria Nugraha/Trijaya/ram)