PAMEKASAN - Buhariyanto (24), warga Jalan Jalmak, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menjadi bulan-bulanan seorang oknum polisi dari Polres Sampang di areal taman rekreasi anak-anak, sekitar kawasan eks stasiuan Kereta Api Pamekasan.
Korban dihajar dan dikeroyok hingga babak belur oleh Bripda Hr, bersama dua temannya yakni Reza dan Yulia. Akibat pengeroyokan itu, korban yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Pamekasan ini, mengalami luka serius di bagian bibir dan pelipisnya.
Kini, korban menjalani visum di RSUD Pamekasan. Sementara oknum polisi bersama dua temannya, masih menjalani proses pemeriksaan di Mapolres Pamekasan. Diduga, kasus ini dipicu persoalan asmara.
Menurut pengakuan Andi (35), kakak kandung korban, selama ini adiknya dan Yulia (pelaku), masih tercatat sebagai teman kuliah di UT. Sebelum kejadian, korban mengirim pesan singkat (SMS) kepada Yulia yang isinya ingin bertemu untuk membicarakan masalah mata kuliah.
"Kebetulan, ponsel Yulia dipegang Hr (oknum polisi) yang katanya berstatus pacaran. Mungkin merasa tersinggung dan cemburu, adik saya langsung dikeroyok," ujarnya, Minggu (17/5/2009).
Andi menjelaskan, sebelum dikeroyok, korban terlebih dulu diajak bertemu di taman rekreasi anak-anak oleh Yulia. Rupanya, saat bertemu dengan Yulia, oknum polisi dan temannya sudah terlebih dulu ada di lokasi kejadian. Tanpa banyak kata, mereka langsung menghajar korban.
Kejadian tersebut dibenarkan Kapolres Pamekasan AKBP Masgunarso. Saat dimintai keterangan, dia mengatakan, masalah ini sedang ditangani penyidik. Soal oknum polisi yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebuit, sudah diserahkan ke atasannya. "Tunggu saja hasil penyidikan, hingga kini masih berjalan," tegasnya.
(Subairi/Koran SI/teb)