Foto: Tantan Sulton Bukhawan
CIREBON - Sedikitnya 7 Truk makanan kedaluwarsa berbagai merk di musnahkan jajaran kepolisian wilayah (Polwil) Cirebon, Senin (18/5/2009). Makanan kedaluwarsa tersebut merupakan hasil sitaan jajaran kepolisian dalam kurun waktu tahun 2009.
Berdasarkan pantauan di lokasi, selain memusnahkan 7 truk makanan kedaluwarsa, petugas juga turut memusnahkan sekitar 68.826 botol minuman keras (miras) berbagai merk, petasan 1 juta biji, dan 3.595 DVD esek-esek alias DVD porno. Barang bukti tersebut merupakan hasil operasi seluruh jajaran Polwil, dan Polres yang berada di wilayah Cirebon,.
Proses pemusnahan barang bukti langsung di pimpin Kapolwil Cirebon, Kombes Tugas Dwi Apriyanto, dan seluruh kapolres di wilayah Cirebon. Selain itu, acara turut dihadiri seluruh Kejari, dan Muspida di wilayah Cirebon, serta para alim ulama yang turut melakukan pemusnahan secara simbolis.
Kapolwil Cirebon, Kombes Tugas Dwi Apriyanto menegaskan, seluruh barang kedaluwarsa yang berhasil disita merupakan barang yang bakal diedarkan di wilayah Cirebon. Barang tersebut merupakan, berbagai jenis makanan bermerk yang sengaja bakal dipasarkan kembali oleh oknum pedagang.
"Barang kedaluwarsa ini memang sudah banyak ditemukan di wilayah Cirebon. Penemuan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terhadap petugas kepolisian. Cirebon juga terindikasi merupakan sentra reproduksi barang kedaluwarsa," tegas Tugas.
Lebih lanjut Tugas mengungkapkan, selain mengamankan barang kedaluwarsa tersebut, pihaknya juga turut mengamakan lima orang pemilik barang kedaluwarsa tersebut. Kelima pemilik barang kedaluwarsa itu, saat ini tengah menjalani proses hukum.
"Seluruh pemilik barang kedaluwarsa ini, kami jerat dengan UU no 23 tahun 1992 tentang kesehatan," paparnya.
Sementara itu, terang Tugas, sedikitnya 68.826 botol miras yang turut dimusnahkan merupakan hasil operasi pekat yang dilakukan dalam 10 hari yang digelar dalam rangka operasi cipta kondisi paska pemilu yang digelar pada 30 April hingga 9 Mei lalu.
"Peredaran miras di wilyah Cirebon ini memang sangat tinggi. Bahkan, ekses negatifnya sudah sangat banyak dirasakan masyarakat. Tidak sedikit, para peminum miras ini yang meninggal misalnya, belakangan ini banyak terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu," papar Tugas. (Tantan Sulton Bukhawan/Koran SI/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan