SURABAYA - Selain telah meminta bantuan kepada polisi setempat, Kantor Imigrasi Malang membentuk dua tim yang bertugas untuk melacak keberadaan 11 imigran asal Aghanistan yang Kantor Imigrasi Malang pada Selasa dini hari.
"Kita sudah meminta bantuan kepada Polresta dan Polres Malang. Selain itu juga mereka meminta bantuan ke Polres Probolinggo termasuk Polres Kraksaan tempat mereka dicegat di Probolinggo. Selain itu di internal kantor Iminigrasi Malang sendiri juga sudah mementuk dua tim yang bertugas untuk melacak keberadaan mereka," kata Sutrisno Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Malang ketika dihubungi okezone, Selasa (19/5/2009).
Sebanyak 11 imigran asal Aghanistan ini rencananya akan mengungsi ke Australia. Saat ditangkap di Probolinggo pada Minggu lalu (17/5/2009), sebenarnya jumlah imigran gelap ini ada 18 orang yang terdiri dari tujuh orang berasal dari Irak dan 11 di antaranya berasal dari Afghanistan. Namun tujuh orang dari Irak itu mempunyai surat keterangan dan badan dunia yang mengurusi soal pengungsi UNHCR perwakilan Jakarta. Sehingga Senin kemarin mereka dikirim ke Jakarta.
Sedangkan untuk ke 11 asal Aghanistan ini masih menunggu keputusan dari imigrasi pusat akan dikemanakan.
Seperti diberitakan, pada hari Minggu lalu, Kantor Imigrasi Malang berhasil mencegat 18 orang imigran dari Afghanistan dan Irak. Diduga mereka akan menyeberang melalui Bali menuju Australia. Namun usaha mereka gagal karena keburu ditangkap saat di Probolinggo saat akan menuju ke Bali. Mereka kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Malang untuk diperiksa.
(fit)