getting time...

Potret Buruk Alutsista

Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Rabu, 20 Mei 2009 13:02 wib

Lagi-lagi kita ditunjukkan dengan bukti betapa buruknya alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dengan insiden jatuhnya pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur, pagi tadi.

Semenjak awal tahun hingga saat ini sudah terjadi tiga kasus jatuhnya pesawat milik militer. 6 April lalu, Fokker 27 TNI-AU buatan tahun 1975 jatuh di hanggar Lanud Hussein Sastranegara, Bandung dan menewaskan 23 orang. 11 Mei 2009, sebuah pesawat Hercules jatuh tergelincir saat akan mendarat di Bandara Wamena, Papua. Belum lagi catatan-catatan musibah yang terjadi di tahun-tahun belakangan ini.

Tak lama setelah kejadian, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan bahwa kecelakaan tersebut merupakan buntut dari minimnya porsi anggaran bagi alutsista. Saat ini saja porsi anggaran bagi militer hanya memenuhi 40-an persen dari kebutuhan minimalnya. Imbasnya tentu kelaikan menjadi dikorbankan. TNI mau tak mau pun dipaksa untuk terbiasa dengan keterbatasan. Jelas sangat menyedihkan.

Sayangnya kenyataan itu dibantah oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut kecelakaan di Magetan itu bukan akibat dari pemotongan anggaran. Menurut dia, pemerintah hanya memangkas anggaran untuk pengadaan, bukan untuk pemeliharaan.

Anggota Komisi Pertahanan Yuddhy Chrisnandi berpendapat, semestinya pemerintah memenuhi 75 persen dari kebutuhan minimal TNI. Angka yang masih berada di kisaran 40-an persen menunjukkan tidak adanya keberpihakan kebijakan anggaran pemerintah terhadap TNI.

Dengan anggaran yang serbaterbatas, saat ini TNI dipaksa untuk memelihara mesin-mesin perang yang sudah tua, yang semestinya sudah harus dimuseumkan. Tentu yang namanya mesin memiliki ambang batas kemampuan dalam beroperasi, dan jika dipaksa beroperasi akan fatal akibatnya, seperti yang telah banyak terjadi.

Kita memaklumi adanya keterbatasan anggaran dan prioritas anggaran pemerintah untuk sektor yang lebih bisa dirasakan masyarakat banyak. Namun bukan berarti pemerintah bersikap abai dengan kondisi serbaminim pada sektor pertahanan negeri ini.

Harus dicatat, dunia kemiliteran di dunia terus berkembang dan didukung oleh teknologi yang canggih. Kemampuan yang dimiliki militer kita semestinya tidak hanya sekadar ada, namun harus memiliki kapabilitas yang memadai untuk menjaga kedaulatan bangsa. Kita tentu tidak mau negeri ini diremehkan lantaran tidak memiliki kekuatan yang memadai untuk memproteksi diri, yang bahkan armada tempurnya kalah dibandingkan dengan negeri sekecil Singapura.
(jri)

  • baby » 0 Tanggapan
    mungkin ini nasib para prajurit kebanggan kita.. tapi dimana hati para wakil rakyat yang terpilih..mereka meminta gaji yg besar atas nama besarnya tnggung jawab yang mereka tanggung, tapi saat terjadi kecelakaan seperti ini siapa yg bertanggung jawab?? presiden mengatakan bahwa anggaran tdak dipanggkas..tapi kenyataannya berkata lain..sebenarny ada apa ini?? para prajurit kebanggaan kita harus jadi tumbal dari kelalaian yg dilakukan oleh para petinggi.. mereka bersemboyang " rela mati demi negara" tapi pada kenyataannya mereka "MATI KONYOL".... berapa banyak air mata dari istri,anak dan keluarga para prajurit?? mereka dipaksa harus menerima knyataan bahwa mereka harus kehilangan orng yg mereka cintai karena kelalaian.. ternyata banyak para prajurit AU yg berkeluh kesah bahwa alat2 mereka sangat tidak layak pakai..aggap saja seperti motor yang penunjuk kilometernya tidak bergerak lagi..begitulah kondisi pesawat yg mereka bawa.. dengan harap2 cemas mereka tetap bertugas..tapi mereka tidak bisa berontak..mereka hnya bisa pasrah..begitu besar hati prajurit... seharusnya presiden melakukan gebrakan besar dalam tubuh TNI..minimal lakukan inspeksi mendadak..aku ykin pasti akan dapat kesalahan2 yg selama ini tersembunyi.. ini menjadi cermin bagi bangsa kita..pantas saja ligitan jatuh ke tangan malaysia..ternyata kita tidak mampu menjaga keamanan negara.. mengapa anggaran untuk perawatan alutsista di pangkas???padahal negara kita sangat kaya..semua penduduk wajib bayar pajak,,apa masih kurang?? tidak perlu memangkas dari anggaran lain..hilangkan saja tunjangan para pejabat atau petinggi2 negara..dan sita semua harta para koruptor..pasti anggaran kita sangat lebih... kami keluarga para prajurit meminta perhatian khusus dari pemerintah..tolong lihat kesejahteraan kami..kami tidak minta naik gaji ataw uang yg lebih..tapi perbaiki kesalahn ini..karna kami tidak rela kehilangan prajurit kebanggaan kami dengan cara KONYOL seperti ini.. semoga jeritan hati kami para istri anak dankeluarga prajurit didengar oleh semuanya..oleh rakyat indonesia..dan oleh pemerintah.... amiiiinnnn...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • vikhi wakhidul munir » 0 Tanggapan
    Saya cuma bisa berduka atas kondisi kita saat ini. Semoga kita semua semakin giat untuk bekerja lebih keras lagi sehingga perekonomian segera baik dan anggaran untuk hal2 semacam ini menjadi besar.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • JST » 0 Tanggapan
    Ini akibat perawatan dilakukan tidak sesuai dengan standar nternasional. Penyediaan suku cadang sering dilakukan oleh 'perusahaan kecil' yang tidak kompeten. Korupsi membahayakan nyawa awak pesawat. Jangan lupa juga kalau menginginkan anggaran militer diperbesar, harus ada anggaran lain yang dipotong. Apa anggaran gaji pegawai negeri yang dipotong? Atau anggaran pendidikan misalnya? Atau anggaran cadangan untuk menghadapi bencana alam? Pertanyaan selanjutnya, apakah masyarakat mau sektor-sektor tersebut dipotong? Cara lain jumlah Angkatan Darat diperkecil, sehingga anggaran AU dan AL dapat diperbesar. Namun penggangguran membesar karena AD menyerap lebih banyak tenaga kerja.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.