o1 o2

News


Aburizal- Paloh Bakal Bersaing jadi 'Golkar 1'

Kamis, 21 Mei 2009 - 06:36 wib
text TEXT SIZE :  
Share

JAKARTA - Sejumlah elite Partai Golkar bersama pengurus DPP bersama DPD I dan DPD II Senin malam 18 Mei 2009 malam melakukan pertemuan untuk memuluskan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan Jusuf Kalla.

Pertemuan tersebut sebagai manuver tandingan terhadap langkah Surya Paloh yang juga mengincar kursi ketua umum.
Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Marzuki Darusman menyatakan, pertemuan tersebut untuk melakukan evaluasi terhadap perolehan suara dalam pemilu lalu. Karena itulah, pertemuan tersebut banyak membahas perebutan puncuk pimpinan Golkar pasca pemilu presiden (Pilpres) mendatang.

"Saya memang tidak ikut pertemuan. Tapi, materi apa saja yang dibahas saya dapat informasinya," kata Marzuki Rabu (20/5/2009).

Anggota Komisi I DPR ini menambahkan, pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua Umum Agung Laksono, Ketua DPP Firman Subagyo, Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang Kartasasmita serta mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung tersebut juga dibahas berbagai skenario. Sebab, di kubu Surya Paloh juga sudah menyiapkan skenario termasuk komposisi kepengurusan. Rencananya Siswono Yudhohusodo diplot sebagai wakil ketua umum dan Jusuf Kalla menempati posisi Ketua Dewan Penasehat.

"Mengenai komposisi itu seringkali disampaikan Pak JK (Jusuf Kalla) ketika bertemu dengan pini sepuh Golkar," ungkapnya.

Marzuki menjelaskan, saat ini ada konsensus di internal Golkar untuk mempercepat musyawarah nasional (munas). Menurut dia, sudah ada kesamaan pandangan bahwa Munas Golkar diupayakan digelar pada bulan Juli atau Agustus. Sedangkan jadwal Munas semula akan digelar pada bulan Oktober hingga Desember tahun ini.

Mantan Jaksa Agung ini juga memprediksi kemungkinan perebutan kursi pimpinan DPR yang akan diisi oleh kader Golkar. Menurut dia, baik kubu Aburizal maupun kubu Surya Paloh sudah mempersiapkan orang-orangnya untuk menempati posisi tersebut.

Dia juga menyebut kemungkinan Golkar nantinya bergabung dalam pemerintahan jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali terpilih. Menurut dia, jika Aburizal yang menjadi Ketua Umum Golkar, maka koalisi ke Demokrat sangat terbuka.

"Kalau Surya Paloh yang menang, kecil kemungkinan bergabung dengan SBY," ujarnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun SI, dalam Munaslub nanti, Aburizal akan didapuk menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Jusuf Kalla.

Sedangkan Akbar Tandjung diplot sebagai ketua dewan penasehat. Nah, jika pasangan SBY-Boediono menang, Aburizal akan membawa Golkar untuk memperkuat pemerintahan.
 
Kompensasinya, sejumlah posisi menteri akan diisi oleh kader Beringin. Selain itu, Golkar juga meminta jatah Ketua DPR. Nah, untuk posisi Ketua DPR dari Golkar kemungkinan besar diperebutkan oleh Agung Laksono dan Siswono Yudhohusodo.

Agar skenario tersebut mulus, Golkar akan berjuang agar komposisi pimpinan DPR mendatang dipilih secara paket. Sebab, dalam draft  RUU Susduk komposisi pimpinan DPR diatur secara proporsional sesuai perolehan kursi DPR. Jika mengacu pada draft RUU tersebut, maka kursi Ketua DPR menjadi milik Partai Demokrat.
(Ahmad Baidowi/Koran SI/fit)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Jum'at, 30 Juli 2010 20:04 wib

    Anggota DPR Ikhlas Dikritik Pong Hardjatmo

  • Jum'at, 30 Juli 2010 19:20 wib

    Sipil Juga Wajib Pertahankan Negara

  • Jum'at, 30 Juli 2010 18:54 wib

    Argo Bromo Anjlok di Manggarai

  • Jum'at, 30 Juli 2010 18:02 wib

    Yunus: Herman Mundur Bukan karena Rekening Gendut

  • Jum'at, 30 Juli 2010 17:54 wib

    Berangnya Mabes Polri kepada Denny Indrayana

  • o3 o4