Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kebocoran Minyak di Riau, 4 Ribu Barel Tertahan

Banda Haruddin Tanjung , Jurnalis-Jum'at, 22 Mei 2009 |23:13 WIB
Kebocoran Minyak di Riau, 4 Ribu Barel Tertahan
A
A
A

PEKANBARU - Kebocoran shipping line milik BOB PT Bumi Siak Pusako (BSP), Pertamina di  Riau yang terjadi kemarin 21 Mei 2009 mengakibatkan 10 barel minyak tumpah.

"Dari 10 barel hanya 2 barel yang bisa diselamatkan. Sedangkan 8 barelnya lagi, sedang 8 barel masih recover dan dibawa ke CLTF.Kemungkinan tentu tidak bisa diolah lagi," kata Manager Goverment Public Relation, Azizon Nurza di Pekanbaru, Jumat (22/5/2009)

Masih menurut dia bahwa kebocoran minyak milik BOB itu terjadi di bagian shiping line untuk pemompaan atau pengiriman minnyak ke PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI).

Akibat kebocoran minyak, yang terjadi di Zamrud Kecamatan Dayun, Siak, Riau, PT BOB mengaku sempat mengalami ganguan produksi tertahan hingga 4.000 barel.

"Hal itu disebabkan daya tanpung GS terbatas dan mengakibatkan penutupan beberapa sumur. Namun hari ini pemompaan dan oprasi sudah mulai normal," tambah Hanif Rusdi kepala bagian Teknis BPMigas.

Sementara itu ketika ditanya apa penyebab pasti kebocaran pipa, Hanif mengatakan belum bisa memastikanya karena masih menunggu hasil investigasi tim di lapangan.

Namun dia menjelaskan kemungkinan terjadi penyebab kebocoran adalah karena tekanan minyak yang cukup tinggi dan akibat usia pipa minyak yang sudah tua.

Sedangkan upaya BOB PT BSP untuk meminimalisir kebocoran kedepan adalah dengan melakukan pengecekan secara intensif di lapangan. "Kami bersama BOB akan terus melakukan kordinasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," tutupnya.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement