SOLO - Enam peta kuno diduga peninggalan Kerajaan Mataram berumur 100 tahun, ditemukan karyawan museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah. Penemuan enam peta kuno terjadi saat karyawan musium Radya Pustaka sedang membersihkan gudang museum Radya Pustaka.
Saat membersihkan tumpukan kardus di gudang itulah, peta kuno tahun 1903 bertuliskan huruf Jawa kuno ditemukan. Selain peta yang menyebutkan nama-nama tempat di Surakarta, Yogyakarta, dan Kartosuro, nama-nama daerah lainnya, seperti Cirebon, Pleret dan Demak juga termasuk yang ditemukan.
Kalinggo, karyawan Musium radya Pustaka, yang pertama kali menemuka peta kuno tersebut, mengaku semula dirinya mengira peta tersebut bagian naskah kuno yang masih tersimpan dalam gudang. Pasalnya, saat ditemuka, terletak di antara penyimpanan naskah-naskah kuno. Namun saat membuka barang yang ditemukan, Kalinggo mengaku terkejut. Sebab, barang yang ditemukan adalah sebuah peta kuno.
Sebab, seluruh bagian-bagian peta kuno yang ditemukannya, ditulis dengan huruf Jawa kuno, termasuk nama-nama daerah bagian keraton Mataram. "Awalnya, saya kira itu salah satu naskah kuno. Tapi setelah saya teliti, ternyata itu peta kuno yang dibuat bulan Desember tahun 1903 dan seluruhnya masih ditulis menggunakan bahasa Jawa," papar Kalinggo, kepada wartawan.
Dalam peta kuno tersebut, digambarkan beberapa wilayah yang masuk daerah Kerajaan Mataram Kuno dan daerah-daerah yang dihuni oleh orang-orang kolonial Belanda sangat jelas digambarkan. Termasuk lumbung-lumbung padi dan kawasan perdagangan baik pribumi maupun non pribumi tertera dalam peta kuno tersebut.
Kalinggo menduga, peta kuno yang menceritakan sejarah wilayah-wilayah lainnya di Indonesia masih tersimpan di dalam gudang yang belum seluruhnya di bersihkan oleh pihak pengelola musium Radya Pustaka.
(Bramantyo/Trijaya/hri)