SIDOARJO - Sejak kejadian banyaknya guru yang meninggal di SMUN 2 Sidoarjo, Jawa Timur, bermacam ritual dilakukan segenap guru dan karyawan sekolah, untuk mengusir roh jahat penunggu sekolah. Senin, 18 Mei lalu sebanyak 57 guru bahkan disuruh memakan bunga mawar oleh paranormal yang sengaja didatangkan sekolah.
Menurut sumber yang enggan disebut namanya, setiap guru ?wajib' makan satu tangkai kembang mawar yang sudah disediakan di ruang wakil kepala sekolah. Dalam menjalankan ritual itu, lima guru masuk ruangan dan makan bunga yang sudah disediakan.
"Cara yang dilakukan itu supaya guru dan siswa tidak digoda dan tidak yang mengalami sakit. Mungkin petunjuk dari paranormalnya seperti itu," tandas sang sumber.
Isu itu pun kembali dibantah pihak sekolah. Sekolah menyangkal telah melakukan ritual memakan kembang itu. "Tidak benar kalau ada informasi yang mengatakan guru di sini ritual makan kembang. Cerita seperti itu sama saja dengan tahayul," ujar Muhtadi, Kepala TU SMUN 2 Sidoarjo.
Cerita ganjil itu, bahkan dinilai Muhtadi sebagai karangan orang-orang yang gelisah dengan kondisi yang tengah menimpa sekolah. Meskipun, dia tidak menampik kalau di beberapa ruangan sekolah memang ada tempat gaibnya. Dia bahkan mengaku sempat diganggu makhluk aneh tersebut.
Sementara itu terkait isu yang mengatakan adanya medan magnet di perut bumi, di bawah gedung sekolah, sejumlah profesor dan ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pernah melakukan pengujian tanah di areal sekolah.
Sampel tanah, kata Muhtadi, dibor sedalam 12 meter dan dianalisa. Namun hasilnya, tidak terdapat sesuatu yang ganjil. Sampai kedalaman 15 meter dilakukan pemotretan, hasilnya tetap tidak membuahkan apa pun.
"Penyebab kematian guru bukan diakibatkan benda magnet. Itu dibuktikan dengan hasil penelitian. Meninggalnya semua orang itu karena sudah takdir," sambung Muhtadi.
Menurutnya, guru-guru yang meninggal dunia itu karena rata-rata usia mereka sudah tua dan berulang kali dirawat di Rumah Sakit.
(Abdul Rouf/Koran SI/ded)