getting time...

NEWS » News

Siswa & Guru SMAN 2 Sidoarjo Bakal Dipindah (5)

Senin, 25 Mei 2009 11:23 wib

SIDOARJO - Tahun 2008 pimpinan DPRD dan pejabat Pemkab Sidoarjo, Jawa Timur sudah merencanakan mengevakuasi seluruh siswa mulai kelas X hingga XII dan guru SMAN 2 supaya terhindar dari penyakit kanker payudara. Namun, rencana itu belum terlaksana.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Pemkab Sidoarjo Hadi Sutjipto, mengakui jika guru SMAN 2 banyak yang terkena kanker payudara, kanker rahim dan penyakit lain kemudian meninggal dunia. Namun,dia mengaku apakah semua itu ada kaitannya dengan pengaruh mistis di sekolah itu, dia mengaku tidak tahu.

"Semua itu kehendak Allah," tandasnya.

Hadi Sutjipto menceritakan, ada beberapa guru yang dulunya mengajar di SMUN 2 terkena penyakit. Namun setelah pindah mengajar ke Surabaya sakitnya sembuh. Apakah itu karena berobat atau faktor lainnya,dia juga mengaku tidak tahu.

Sugesti yang sudah tertanam di benak guru, menurut dia, sulit dihilangkan sehingga apa yang terjadi disangkutpautkan dengan hal mistik. Sebagai langkah menghilangkan sugesti yang ada, salah satu cara yakni membangun gedung baru.

Ketua DPRD Sidoarjo Arly Fauzi mengatakan, Pemkab Sidoarjo terkesan lambat merespons pemindahan siswa dan guru SMUN 2 Sidoarjo. Padahal tahun 2008, pimpinan DPRD, Komisi D dan pejabat Pemkab seperti Diknas dan Sekda Vino Rudy Muntiawan sudah menyetujui jika seluruh siswa dan guru secepatnya dipindahkan.

Dewan meminta siswa dievakuasi, lanjut Arly, untuk menghilangkan kesan negatif yang sudah tertanam di benak guru. Siswa bisa menempati bekas gedung SPMA yang kini dipakai BKD yang dipakai balai latihan dan kedua bekas SMP 1 Sidoarjo.

Arly Fauzi tidak menampik rumor mistis yang berkembang di SMUN 2 terus menjadi pembicaraan dan menghantui para pengajar. Komisi D DPRD Sidoarjo dan pimpinan DPRD beberapa kali sidak ke lokasi. Dalam sidak itu, keluhan para guru hampir sama yakni takut terkena kanker dan sejenisnya.

Sekda Pemkab Sidoarjo Vino Rudy Muntiawan mengaku pihaknya sudah mewacanakan dua lokasi itu. Namun pihaknya harus koordinasi dengan pemilik gedung, meski sama-sama asetnya pemkab.

Untuk gedung bekas SPMA,lanjut dia masih koordinasi dengan BKD. Vino menambahkan, rumor mistis yang menewaskan tujuh guru itu akibat sugesti yang berlebihan.

Kasi Perencanaan PU Cipta Karya Ir Yudhi Kartikawan mengungkapkan, gedung SMUN 2 yang bakal dibangun sebanyak 18 kelas dan ruang guru yang ada di depan. Bangunan berlantai II yang menempati lahan sekitar 1,6 ha itu akan kelihatan megah karena posisinya di tepi Jalan Lingkar Barat.(habis)
(Abdul Rouf/Koran SI/fit)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.