BLITAR - Ratusan petani Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, mendatangi Kantor Dinas Pertanian dan Dinas Pengairan setempat, Selasa (26/05/2009).
Massa menuntut dinas untuk turun tangan menyelesaikan masalah penutupan saluran irigasi tersier oleh Sumali yang merupakan warga setempat. Akibat penutupan tersebut, 35 hektar sawah dengan 101 orang petani, mengalami kekeringan dan gagal panen.
"Kasus ini harus segera dituntaskan karena sudah dua musim petani tidak bisa melakukan tanam," ujar Koordinator aksi Wasis Kuntoatmojo kepada wartawan.
Penutupan irigasi yang bersumber dari Bendungan Lodagung, Sutojayan, berlangsung sejak 4 Desember 2008. Sumali menutup saluran irigasi dengan alasan lokasi irigasi miliknya dibuktikan sertifikat tanah. Namun warga ngotot jika tanah itu milik negara.
"Pemerintah harus menyelesaikan kasus ini. Karena ini menyangkut masyarakat luas," tegas Wasis.
Massa tiba sekitar pukul 11.10 WIB dengan mengendarai truk. Perwakilan massa ditemui Kepala Dinas Pertanian Pemkab Blitar Eko Priyo Utomo. Eko mengatakan dinas pertanian tidak bisa menyelesaikan kasus ini seorang diri.
Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi lain termasuk BPN sebelum mempertemukan para pihak. "Kalau memang tidak ada jalan keluar, kita akan ambil solusi pembangunan saluran baru," tegasnya.
Setelah mendatangi Kantor Dinas Pertanian, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
(Solichan Arif/Koran SI/teb)