BALIKPAPAN - Mulai 1 Juni 2009 mendatang, bahan bakar jenis minyak tanah bersubsidi di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, akan hilang di pasaran. Hal ini menyusul berlakunya program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram.
"Kebutuhan minyak tanah di Balikpapan 120 kilo liter per hari. saat ini sudah 60 persen minyak tanah ditarik dari pasaran," ungkap General Manager Pertamina Kalimantan Alfian Nasution, saat bersilaturahmi dengan wartawan, Selasa (26/5/2009).
Menurut Alfian, dengan berlakunya penggunaan gas 3 kilogram secara penuh, maka mulai 1 Juni mendatang yang berlaku di masyarakat hanya minyak tanah nonsubsidi. "Saat ini, harga yang berlaku Rp7.000 per liter tiap dua minggu harga mengalami perubahan," tandas Alfian.
Alfian mengaku masih ada kekhawatiran masyarakat atas penggunaan gas 3 kilogram sebagai pengganti minyak tanah. Minat masyarakat untuk isi ulang gas diakuinya masih kurang. Padahal saat ini keberadaan gas sudah mudah didapat.
Karena itu, Pertamina bersedia mendatangkan tim sosialiasi ke lingkungan warga jika masih ada pihak yang membutuhkan cara penggunaan gas elpiji. "Konversi ini akan menyebar ke wilayah Kaltim lainya seperti Kutai Kertanegara, Grogot, Bontang, dan sebagainya," pungkas Alfian.
(teb)