BANGKALAN -Hujan deras yang terjadi beberapa hari ini, menyebabkan beberapa areal persawahan yang ada di Kabupaten Bangkalan, Madura, mulai terendah banjir. Setidaknya akibat banjir tersebut, puluhan hektare sawah yang ada di empat kecamatan terancam gagal tanam padi.
Adapun empat kecamatan yang lahan persawahannya terendam banjir, di antaranya Kecamatan Socah, Kota, Kamal, dan Burneh. Di empat kawasan tersebut, para petani baru saja menyelesaikan masa tanam padi, namun sudah diterjang oleh air setinggi lutut orang dewasa.
Pantauan di lapangan, banjir terparah yang menggenangi lahan persawahan terjadi di sepanjang Desa Klobungan, Socah, Bangkalan. Hampir seluruh sawah yang berdekatan dengan kali, sudah penuh dengan air, bahkan padi yang baru saja ditanam banyak yang tenggelam dan terbawa arus.
Akibat dari terjangan air yang cukup besar itu, beberapa petani memilih beraktivitas di pinggir sawah, membuat saluran air yang dialirkan ke kali terdekat. Sebagian petani juga banyak yang mencabuti rumput di sekitar pinggir sawah, bahkan ada yang memilih tidak pergi ke sawah.
"Sejak hujan lebat kemarin, sawah mulai terendam banjir seperti ini," ujar Ahmad (45) petani padi asal Socah, Bangkalan, sembari menunjuk sawahnya yang tenggelam.
Ahmad menjelaskan, padi yang baru saja berumur dua minggu tersebut, besar kemungkinan akan mati akibat kelebihan air dan sebagian hanyut oleh derasnya air. Bahkan, tinggi air sudah melebihi tinggi tanaman padi.
Sementara itu ketua kelompok tani Kecamatan Kota Bangkalan, Jumhur menyatakan, derita petani yang lahannya terendam banjir harus segera mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Dia berharap pemerintah tidak lepas tangan.
(Subairi/Koran SI/teb)