getting time...

NEWS » News

Kalla: Gaji ke-13 Jangan Dipolitisir

Rabu, 27 Mei 2009 15:49 wib

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah jika pencairan gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjelang Pemilu Presiden 8 Juli 2009 dikatakan sebagai bagian dari kampanye untuk menaikkan citra pasangan tertentu.

Menurut Kalla yang juga maju sebagai calon presiden bersama dua calon lainnya, yakni SBY dan Megawati, ketentuan pencairan gaji ke-13 itu diatur oleh Undang-undang.

"Karena itu ingin mengatakan, bahwa wapres dan presiden, orang pemerintah, jangan ambil itu sebagai suatu kampanye. Jadi ingin mengingatkan kepada saya dan siapa saja supaya jangan itu dipakai. Karena itu gaji ke-13 dibayarkan bulan Juni, jadi itu Undang-undang, APBN," tegasnya kepada wartawan di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2009).

Menurut dia, gaji ke-13 itu memang diatur agar cair pada masa menjelang tahun ajaran baru. Karena meski sekolah sudah gratis, banyak biaya lain yang dibutuhkan oleh para siswa.

"Ingin hanya mengatakan, itu tidak bisa dijadikan bahan politisir, itu kewajiban. Dulu (dibayar waktu) Lebaran, tetapi Lebaran jadi tidak enak karena orang beragama Kristen (hari rayanya) Desember, sementara turunnya Oktober," pungkasnya.


(Maya Sofia/Koran SI/lam)

  • galang » 0 Tanggapan
    dah di kasih masih juga ngrundel, yang enak nya gmna mas ???? ingat yang di bawah jgn kan 13 yang 12 aja ngk pernah nerima.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • PRAJA IPDN » 0 Tanggapan
    KAMI HERAN..SAMPAI SKG (30 JUNI 2009) GAJI 13 BELUM KAMI TERIMA, PADAHAL SKG KAMI SEDANG MAGANG DAN SANGAT MEMBUTUHKAN...... KAMI CURIGA,,,JANGAN SAMPAI GAJI KAMI DIDEPOSITOKAN OLEH LEMBAGA/IPDN..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • redaksi » 0 Tanggapan
    AWAS!!! NUANSA POLITIK GAJI KE-13 Pemerintah menyediakan anggaran Rp.143,8 triliun untuk gaji pegawai tahun 2009. Pencairannya akan dilaksanakan pekan ini. Seluruh Pegawai Negari Sipil, TNI, Polri, pensiunan, tenaga honorer dan 14 pejabat lain termasuk Presiden, wakil presiden beserta menteri-menteri kan menikmati gaji tersebut. Namun, ada nuansa berbeda dengan pencairan gaji ke-13 kali ini, yaitu saat mendekati pemilihan presiden dan wakil presiden. Benarkah ini bermuatan politis??? Bagai udang dibalik batu, begitulah motif pemberian gaji ke-13. Sebagai bentuk upaya mensejahterahkan abdi negara, meringankan beban kebutuhan, selain itu, motif politik begitu kental mewarnai pencairan gaji tersebut. Surat edaran Dirjen Perbendaharaan Negara, yang menyatakan bahwa pembayaran gaji ke-13 dilakukan pada bulan juni dan paling lambat juli 2009, mendekati masa pilpres. Pernyataan itulah yang mengundang reaksi bahwa ada makna politis di balik pencairan gaji ke-13 tahun ini. Tidak bisa dielakkan lagi, pencairan gaji ke-13 akan mempengaruhi opini publik. Bisa jadi sebagian masyarakat menelan mentah-mentah kebijakan itu, sehingga akan mempengaruhi keputusan politiknya saat pilpres 9 juli nanti. 3,7 juta Pegawai Negeri Sipil se-Indonesia, belum lagi ditambah jumlah keluarga, anak-istri-suami dan lainnya kalau dirasionalkan dalam satu suara, akan menghasilkan keputusan yang signifikan. Dengan demikian, prosesi pilpres yang bersih dan transparan hanya tinggal impian. Kebijakan politik ini jelas hanya menguntungkan calon incumbent.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • IZOER » 0 Tanggapan
    Terima kasih, saya sangat merasa terbantu dengan dikucurkannya gaji ke 13 semoga selamanya siapapun yang memimpin republik ini ...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Anakku berkomentar » 0 Tanggapan
    Setuju Pa Kalla, bapa saya lagi nunggu gaji ke 13 but beli seragam dan buku saya, saya sebentar lagi kan naik kelas 2 di SDIT....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.