SUMENEP - Seorang bayi perempuan berusia empat bulan, Medita Putri Falentina, asal Desa Marengan, Kalianget, Sumenep, Madura, diketahui lahir dengan kondisi fisik tak sempurna. Dia tidak mempunyai anus.
Kini, bayi yang dipanggil Dita tersebut sama sekali tidak menjalani perawatan medis, karena terbentur masalah biaya. Anak pertama pasangan Edi Herianto (32), dan Meti Melasari (23), itu mengalami kesulitan buang air besar.
Adapun cara untuk buang air besar, ditempuh lewat lubang kecil yang jaraknya sekira 1 cm dari alat kelaminnya. Itupun sering kali tidak berfungsi secara normal, Dita sering menangis dan menahan sakit saat hendak mengeluarkan air besar.
Sepintas, bayi yang lahir melalui bidan desa, dengan berat badan 2,7 Kg tersebut terlihat sehat dan normal. Namun, saat di bagian anusnya dibuka, sama sekali tidak berfungsi dan yang ada hanya rasa iba. Pihak keluarga sendiri, mengaku butuh uluran tangan untuk biaya perawatan secara medis.
"Kami pernah konsultasi dengan salah satu dokter. Untuk biaya operasi saja, harus disiapkan uang Rp20 juta. Dapat dari mana uang segitu banyak," ujar Meti, sembari menerawang dengan tatapan mata yang terlihat kosong
Meti yang tergolong sebagai warga miskin, mengaku sudah tidak bisa berbuat banyak, apalagi menumpuh cara medis. Untuk hidup sehari-hari saja, dia mengaku terpaksa gali lubang tutup lobang. Selain terbebani biaya hidup sehari-hari, dia juga harus membayar biaya rumah kontrakan yang dicicil setiap bulan senilai Rp65 ribu.
Orangtua Dita, berharap ada dermawan yang bisa membantu meringankan beban biaya operasi. Pasalnya, dari anjuran dokter sudah sangat mendesak untuk segera di operasi bila ingin menyelamatkan nyawa anaknya. Itupun harus dilakukan di Surabaya. "Saya tidak mempunyai biaya jika Dita harus menjalani operasi. Untuk biaya makan saja, sudah susah," tambahnya.
Edi Harianto, ayah Dita, mengatakan anaknya menderita penyakit jantung. Itu berdasarkan keterangan dokter yang melakukan pemeriksaan sesaat setelah Dita lahir. Hal itu diperkuat dengan hasil foto rontgen yang dilakukan setelah berumur satu minggu. "Kata dokter, anak saya mengalami penyakit kelainan jantung hingga menyebabkan anus tidak berfungsi," katanya.
(Subairi/Koran SI/ful)