Sebulan TNI AL Tangkap 83 Kapal Nakal

|

Foto: KRI Sultan Iskandar Muda/beritahankam.blogspot.com

Sebulan TNI AL Tangkap 83 Kapal Nakal

JAKARTA - Kapal patroli TNI AL selama bulan Mei berhasil menangkap sebanyak 83 kapal di berbagai wilayah Indonesia yang diduga melanggar peraturan pelayaran.

Kapal-kapal itu kini tengah menjalani proses hukum dan sebagian sudah bisa beroperasi kembali karena tidak terbukti melakukan pelanggaran.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, Kamis (28/5/2009) di Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur mengungkapkan, kapal-kapal itu ditangkap di berbagai wilayah perairan Indonesia.

Di antaranya wilayah hukum Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VIII Bitung, wilayah hukum Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarakan, wilayah hukum Lanal Nunukan, Lanal Tahuna dan Lanal Tolitoli. "Di Satuan Patroli Terbatas Lantamal VIII, KM Jesmar-05 tengah dalam proses penyidikan," ujarnya.

Sedangkan yang tengah dalam proses hukum di Kejari, pengadilan negeri, pengadilan tinggi dan Mahkamah Agung masing-masing F/B Mark Antony-I, KM Gunung Karangetang, KM Gunung Karangetang-02, KM Gunung Karangetang-03, KM Gunung Karangetang-04, F/B Lorna-6, KM Sentosa II, KM Sentosa IV, KM Sentosa VI, KM Tenggiri-02, KM Clifford-60, KM Laut Lestari-19, KM Serena dan KM Steward yang tengah dalam proses banding di PT.

Sedangkan KM Berlian Jaya-06, KM Berlian Jaya-02, KM Maria Luz-4 dan KM Tunas Jaya-02 dalam proses kasasi di MA. MV King Fejes-3, MV Crismar, KM Omega Star, KM Nurpatani-06 dalam tahap II. F/BCA Ritsan dan F/BCA Yerlin menunggu putusan kasasi dari MA, sedangkan KM Liberty-06 telah disetujui untuk melanjutkan kegiatan sedangkan muatannya dalam proses Bea Cukai. KM Archi Languna-1, KM Matrik dan Perahu Long Boat tanpa nama dalam proses Kepolisian.

Lebih lanjut Kadispenal menjelaskan, di wilayah hukum Lanal Tarakan, beberapa kapal tengah dalam proses penyidikan. Yakni KM Sinar Kumala, KM Tanpa Nama, LB Abdul Hafid dan TB Delta Bahagia-I. Sedangkan TB Delta Jaya-I dijinkan untuk melanjutkan kegiatan pelayaran karena tidak terdapat cukup bukti.

Puluhan kapal lainnya tengah dalam proses Kejari PN Tarakan. Yaitu KM Piposs-02, KMN Nusa Indah I, KMN Tanjung Harapan, KMN Harapan, KMN Delima Tiga, KMN Samudera Indah, KMN Kambuna, KMN Sumber Usaha, LB Maju Line, KM Barakuda dan KM Dewi Indah. Speed Boat Tobar-33 dalam proses PPNS Bea Cukai Tarakan, KLM Bintang Cerah dalam proses PPNS Kehutanan serta KM Juriah dan KM Bidadari dalam proses Polri.

Di Lanal Nunukan lanjut Kadispenal, yang tengah dalam proses penyidikan adalah KM Tanpa nama, KM Tunda Persada, F/B CNB SR Stonino dan KM Karya Baru. Yang dalam proses Kejari, PN dan MA yaitu KM Rahman, KM Doa Bersama, KM Nur Haiba, KM Haiba dan KM Berkat Sejati. Perahu Tanpa nama dan Perahu Surya Nur dalam proses PPNS Bea Cukai. KM Arfan-05, KM Ikbal Jaya, KM Cahaya Lestari, KM Windra, KM Musdalifa, KM Sumber Baru, KM Riski, KM Buana Mekar dan KLM Armada dalam proses Polri.

Di Lanal Tahuna dan Lanal Tolitoli KM Steward-235, F/BCA Delma, Pump Boat Jael, KM Latsuprat-16, KM Latsuprat-14 dan KM Sumber Harapan-07 tengah dalam proses Kejari dan PN Tahuna. PLM Sinar Sojol dalam proses penyidikan Lanal Tolitoli. TB Daya Sakti -XII, KMN Cahaya Abadi dan KM Tunas Mas dalam proses Polri.

"Unsur TNI Angkatan Laut akan terus berupaya untuk melakukan pengamanan di setiap wilayah Perairan Indonesia. Hal ini merupakan komitmen TNI AL untuk senantiasa menegakkan dan mengamankan berbagai pelanggaran di laut," ujar Kadispenal.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Empat Pendaki Gunung Gamalama Ditemukan