MAKALE - Enam orang tewas dan lima rumah warga rusak berat akibat banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Tana Toraja, Jumat malam (29/5).
Selain menelan korban jiwa, akses jalan utama di lokasi bencana Dusun Rarukan, Kelurahan Lemo, Kecamatan Mengkendek, terputus karena badan jalan tertimbun material longsor. Enam korban tewas, yaitu Daniel Paelongan,36; Margaretha,30; Rival,10; Roy,5; Ridwan,2; dan Manan yang masih berumur lima bulan.
Keenamnya merupakan satu keluarga yang saat kejadian berada di dalam rumah yang hancur tertimbun longsor. Kapolres Tana Toraja AKBP Victor D Batara yang turun langsung memimpin evakuasi di lokasi bencana mengakui, mengetahui longsor yang menelan enam korban jiwa ini dari laporan masyarakat sekitar pukul 23.30 Wita.
Saat itu dia bersama anggotanya sedang mengevakuasi korban banjir di Kota Makale yang merendam ratusan rumah warga. "Saat itu juga saya langsung memerintahkan sebagian anggota yang masih mengevakuasi korban banjir di Makale, untuk ke lokasi bencana tanah longsor,"kata dia.
Menurut Pamen Polri ini,karena saat itu situasi tidak memungkinkan, terpaksa evakuasi baru dilakukan sekitar pukul 05.00 Wita,itu pun dengan dibantu warga setempat. "Alhasil,setelah kami evakuasi, menemukan empat jenazah korban,sedangkan dua jenazah lainnya masih dalam pencarian,"ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, empat jenazah, yakni Margaretha, Roy, Ridwan, dan Manan, sudah ditemukan.Sementara dua korban lainnya yang belum ditemukan, yakni Daniel Paelongan dan anak pertamanya,Rival. Longsor juga terjadi di Kota Makale yang berada persis di depan Terminal Kota Makale pada Jumat 29 Mei 2009 sekira pukul 22.00
Wita, meski tidak menimbulkan korban jiwa,dua rumah rusak parah tertimbun longsoran. Pemprov Sulsel melalui Kepala Biro Humas Jufri Rahman menyatakan, siap mengirim kan bantuan ke lokasi bencana,baik berupa personel, logistik,maupun alat berat.
(sindo//fit)