getting time...

NEWS » News

Masjid Annur, Peninggalan Diponegoro di Pecinan?

Thomas Joko - Okezone
Kamis, 28 Mei 2009 07:24 wib

SEMARANG - Memasuki Kawasan Pecinan Semarang, suasana oriental begitu terasa. Bangunan-bangunan berarsitektur Tionghoa tampak berdiri di sejumlah tempat, sementara seperti biasa aktifitas perdagangan menjadi urat nadi utama di kawasan ini.

Namun siapa sangka di sebuah sudut kompleks Pecinan Semarang ini terdapat sebuah masjid. Bukan sembarang masjid karena konon merupakan peninggalan Pangeran Diponegoro saat menjadi pelarian ketika diburu tentara kolonial Hindia Belanda.

Untuk menemukan masjid ini agak sulit karena jauh dari ruas jalan utama. Kita harus menelusur dulu sebuah gang sempit yang bernama Menyanan Kecil. Petunjuk paling mudah adalah sebuah papan bertuliskan Masjid Annur di Jalan Beteng.

Ya, nama yang disematkan pada masjid kuno ini adalah Annur. Sekilas dari luar terlihat tak sedikitpun nuansa tua memancar dari Masjid Annur. Jika hanya melihat sepintas, tak bakalan orang percaya bahwa masjid ini merupakan peninggalan Pangeran Diponegoro. Okezone berupaya menelisik kebenaran cerita dibalik masjid ini.

Takmir Masjid Annur Imam Syafe'i yang berhasil ditemui mengatakan bahwa dia tak mengetahui secara jelas kebenaran tentang kabar yang mengatakan masjid ini peninggalan Diponegoro. Bukti-bukti otentik yang menjadi alasannya hampir tak ada. Namun dia menunjukkan satu-satunya saksi sejarah yang masih tersisa.

"Orang lain yang paling tahu tentang sejarah masjid ini adalah Pak Masjkur Ridwan yang sekarang tinggal di Kampung Suburan. Dua orang lainnya yaitu Masjhud Ridwan dan Masrur Ridwan telah meninggal dunia. Mereka bertiga yang dulu menemukan reruntuhan masjid ini," jelas Imam Syafe'i.

Pernah jadi reruntuhan? Rasa ingin tahu pun semakin muncul dibenak okezone serta memutuskan untuk mencari info lebih banyak dari Pak Masjkur Ridwan di Kampung Suburan Semarang. Ditemui di rumahnya, Masjkur mengatakan memang benar jika Masjid Annur pernah hilang dan ditemukan lagi dalam kondisi reruntuhan.

"Awalnya pada tahun 1967 saat kakak saya yang bernama Masjhud, merasa mendapatkan petunjuk bahwa di Menyanan Kecil ada sebuah masjid. Petunjuk itu didapat saat almarhum sedang salat pribadi di rumah H. Muhammad Ridwan (alm)," jelas Masjkur.

Setelah mendapat petunjuk, tiga bersaudara Masjhud Ridwan, Masrur Ridwan dan Masjkur Ridwan, langsung mencari keberadaan masjid yang dimaksud. Setelah berupaya keras mencari disepanjang gang Menyanan Kecil, akhirnya ditemukanlah sebuah bangunan di balik tembok tinggi.

"Ditengah-tengah kampung, berada di balik tembok yang tinggi ada sebuah bangunan berukuran 3x3 meter. Atapnya berbentuk cungkup terbuat dari genteng. Ada dua pintu masuk dan satu pintu menuju kamar mandi. Yang menguatkan bahwa bangunan itu masjid adalah adanya ruang imam," paparnya.

Masjkur menambahkan untuk menemukan masjid itu cukup sulit karena dikelilingi tembok yang sangat tinggi dan tebalnya satu bata. Mereka harus bersusah payah memanjat dengan tangga bambu untuk dapat melihat secara jelas masjid itu.

Saat ditemukan kembali, tembok masjid itu baru separo. Maka saat itu seluruh warga berupaya untuk membangun kembali masjid tersebut. Dananya kala itu dikumpulkan dari umat.

"Kemungkinan masjid itu memang peninggalan Pangeran Diponegoro. Itu berdasarkan bukti ditemukannya sebilah keris di masjid tersebut. Sayang kini keberadaan keris itu tak lagi diketahui," ucap Masjkur.

Cerita yang berkembang di masyarakat Semarang alkisah Pangeran Diponegoro pernah singgah di masjid ini ketika menghindari kejaran tentara Belanda. Saat itu Diponegoro juga sempat belajar agama dari imam masjid yang bernama H. Thoyib.

Fakta ini kemungkinan benar juga. Tentara Belanda pasti tidak menyangka bahwa Diponegoro bersembunyi di kawasan Pecinan yang banyak dihuni warga non-muslim.
Takmir Masjid Annur Imam Syafe'i memiliki cerita lain yang mungkin bisa menguatkan bahwa masjid Annur ini merupakan peninggalan Diponegoro. Dia mendasarkan pada pengalaman spiritual dari orang-orang yang pernah beribadah di Masjid Annur.

"Dulu ada tiga orang yang berasal dari Manyaran Semarang datang pada saya. Mereka mengatakan secara gaib didatangi seseorang yang mengenakan jubah mirip Pangeran Diponegoro saat menjalani mujahadaz di Masjid Wonolopo Manyaran. Sosok itu lalu menunjuk pada Masjid Annur Menyanan Kecil," jelas Imam Syafe'i.

Mereka lalu minta izin pada Imam Syafe'i untuk melakukan ikthikaf di Masjid Annur. Imam Syafe'i sendiri mengaku banyak orang yang didatangi sosok mirip Pangeran Diponegoro ketika ibadah di Masjid Annur.

Masjid tua ini pada tahun 1993 dirombak total menjadi bangunan bertingkat dan megah. Satu-satunya bagian masjid tua yang masih dipertahankan adalah 6 pilar setinggi 2,5 meter. Bagian bawah pilar tua itu telah ditutup dengan keramik sementara bagian atasnya nampak sudah terkelupas temboknya.

Mengapa bisa muncul bangunan Masjid dikawasan Pecinan? Imam Syafe'i mengatakan kemungkinan masjid ini sengaja dibangun oleh segelintir umat Muslim Tionghoa.

"Mungkin muslim Tionghoa itu takut beribadah di Masjid umum. Dulu orang Tionghoa dilarang menganut agama Islam. Makanya mereka membangun masjid khusus secara tersembunyi untuk menunaikan shalat jamaah," kata Imam Syafe'i.

Itulah cerita tentang Masjid Annur Menyanan Kecil Semarang yang konon merupakan peninggalan Diponegoro. Mengenai sejauh mana kebenarannya, tentu tugas kita bersama untuk mencarinya.
(fit)