JAKARTA - Sekelompok orang yang mengaku berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) hingga kini masih menguasai bandara perintis di Kabupaten Membramo, Papua. Polisi juga belum bisa bertindak lebih tegas lantaran banyak warga sipil tak berdosa di kawasan tersebut.
"Aparat kepolisian tidak mau terburu-buru untuk melakukan tindakan represif. Jangan sampai ada korban masyarakat yang sebenarnya tidak terlibat," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Abubakar Nataprawira di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (1/6/2009).
Hingga saat ini, lanjutnya, Polri masih memberlakukan tindakan persuasif. "Kita melakukan imbauan melalui pengeras suara, agar masyarakat yang ikut bergabung dengan kelompok kriminal ini segera memisahkan dan kembali ke kampung halamannya," jelasnya.
Sampai Jumat lalu, Abubakar mengaku, sudah melakukan tiga kali upaya negosiasi dengan melibatkan parata pemerintah setempat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. "Dan sampai saat ini belum membuahkan hasil," katanya.
Ditanya mengenai langkah apa yang akan dilakukan jika imbauan tetap tidak diindahkan kelompok separatis ini, Abubakar mengaku belum menetapkan langkah apa pun.
"Kita lihat nanti saja. Kenapa Polri tidak langsung melakukan penegakan hukum karena kita masih persuasif," tegasnya.(ded)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan