getting time...

NEWS » News

Murah dan Kuat, Produk Bermelamin Diminati

Fahmi Firdaus - Okezone
Senin, 1 Juni 2009 14:16 wib

JAKARTA - Produk yang mengandung bahan melamin dan formalin ternyata banyak beredar di pasar tradisional, bahkan digemari konsumen karena harganya yang relatif murah.

Produk peralatan rumah tangga seperti gelas, piring, sendok-garpu, mangkok dan lainnya yang mengandung melamin sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Misalnya, di Pasar Genjing, Rawa Sari, Jakarta Pusat. Di pasar ini banyak sekali produk berbahan melamin dan formalin yang dijual bebas. Sayangnya, para pedagang sendiri tidak mengetahui bahan kimia berbahaya itu.

Somad, seorang pedagang di Pasar Genjing, mengakui alat-alat rumah tangga yang terbuat dari melamin dan formalin sangat diminati konsumen, karena harganya murah dan tahan pecah.

Somad yang menjual semua produk bermelamin ini tidak yakin jika minum atau makan dengan gelas dan pring dari melamin dapat menimbulkan kematian.

Dia juga mengaku tidak tahu apa itu melamin dan risiko bila menggunakan produk yang terbuat dari melamin. "Sejauh ini pengguna tidak kenapa-napa mas," katanya dengan nada sedikit tinggi.

"Masa sih pakai piring yang bermelamin bisa mengakibat kematian," sambungnya yang terlihat tidak senang saat ditanyai okezone soal melamin di Pasar Genjing, Rawa Sari, Jakarta, Senin (1/6/2009).
(ram)

  • sumana » 0 Tanggapan
    Dulu melamin katanya paling aman pada waktu mulai digunakan,tapi sekarang berlawanan. Rupa2-nya pengetahuan selalu ber-ubah(nisbi)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gege_iva » 0 Tanggapan
    Seharusnya pemerintah tidak hanya memperlihatkan sebuah kenyataan "permasalahan" di depan mata kita. Selalu saja sekedar exploring masalah. Jangankan masalah melamin yang baru-baru ini dibicarakan, soal formalin dalam kandungan "Tahu" yang konon sudah ada sejak 20 tahun yang lalu, belum teratasi sampai sekarang. Harus ada action yang pasti.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.