getting time...

NEWS » News

Siswi SMEA Bogor Tega Bunuh Seorang Bayi

Senin, 1 Juni 2009 21:02 wib

BOGOR - Seorang pelajar kelas 2 SMEA Bhakti Taruna Bogor, Yusi Marlina (17), nekat membunuh bayi hasil hubungan gelapnya dengan FT saat kandungannya memasuki usia delapan bulan.

Bayi perempuan yang tak berdosa itu dibungkus tas kresek sebelum akhirnya dimakamkan tidak jauh dari rumah pelaku di Jalan Raya Tajur RT 02/04, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Pelaku yang sempat menghilang selama tiga minggu, akhirnya ditangkap petugas Polresta Bogor, Minggu, 31 Mei malam dirumahnya.

Menurut informasi, pelaku mengeluarkan bayinya seorang diri dengan posisi berdiri saat berada dalam kamar mandi rumahnya pada 14 April lalu. Bayi yang kepalanya keluar, lalu ditarik secara paksa. Saat berada di luar, kondisi bayi masih bernapas. Namun karena diliputi ketakutan, pelaku lalu memasukkan bayinya ke dalam kresek yang sudah disediakan.

Guna menghilangkan kecurigaan, pelaku meminta ibunya membeli pembalut dengan alasan dirinya sedang datang bulan. Pelaku juga semula berniat membawa bayinya ke seorang dukun beranak, namun urung dilakukan. Tragisnya lagi, usai membungkus bayinya dalam kresek hitam, pelaku menelepon FT, kekasihnya untuk datang ke rumahnya, karena sedang ada acara makan ikan bakar.

FT yang tidak curiga, lalu mendatangi rumah kekasihnya itu. Saat tiba, FT lalu dikasih kresek yang menurut penuturan pelaku, isinya adalah ikan kakap. Curiga karena baunya berbeda, FT lalu membukan bungkusan itu.

"Saya kaget, karena di dalamnya ternyata orok yang masih penuh darah. Saat itu YM langsung bilang, kalau bayi dalam kresek itu, adalah anak dari hubungan gelap kami," ujar FT saat dimintai keterangan di Mapolresta Bogor, Jalan Kedung Halang Bogor Utara Kota Bogor Senin (1/6/2009).

Warga semula tidak curiga atas kehamilan pelaku, mengingat tubuhnya cukup gemuk. Namun dengan menghilangnya YM, membuat warga penasaran. Warga juga semakin curiga, setelah melihat ada gundukan tanah di belakang rumah YM yang masih baru.

Kecurigaan ini lantas dilaporkan ke petugas. Hasil penyilidikan, polisi akhirnya mendapat kepastian, jika gundukan tanah tersebut, adalah bekas kuburan janin. Pelaku yang menghilang dari rumahnya lantas diburu. Hasilnya, ia ditangkap sewaktu balik lagi ke rumahnya kemarin malam.

Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Irwansyah mengatakan, pelaku mengaku tidak sengaja membunuh bayinya. Hal ini dilakukan karena merasa panik saat bayinya sudah keluar sewaktu hendak buang air kecil dan malu serta takut dengan orangtuanya.

"Kami mendengar informasi ada siswi yang mengandung, tapi tidak diketahui kapan melahirkannya. Dari situ, kami telusuri ke sekolah yang bersangkutan, dan akhirnya ditemukan nama YM," tandas Irwansyah.

Lima saksi yang sudah diperiksa, lanjut Irwansyah, akan dipakai patokan untuk membongkar kembali makam bayi pada Selasa 2 Juni, besok. Pelaku akan di jerat pasal 341 KUHP, dengan ancaman penjara tujuh tahun.
(Endang Gunawan/Global/ful)

  • Eka » 0 Tanggapan
    Andaikata hukum Islam sudah tegak. hukumannya ya di bunuh tuh...! biar g ada lg yg lakuin tujuannya. Allahu Akbar
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Alex » 0 Tanggapan
    lebih baik hukum mati atau seumur hidup saja orang-orang seperti itu yang tega membunuh bayi yang notabene tidak berdosa, berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab
    Beri Tanggapan Laporkan
  • elin » 0 Tanggapan
    tega amat itu orang, kalau berani berbuat harusnya berani bertanggung jawab dong, jangan mau enaknya aja, tapi ngak mau nanggung resikonya
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.