KUPANG - Polresta Kupang menahan pimpinan dan pengikut sebuah sekte yang menamakan diri Persekuan Doa Sion Kota Allah. Sekte ini menggabungkan ajaran Kristiani dan Islam.
Pengikut sekte laki-laki diwajibkan menggunakan jubah saat beribadah, sedangkan pengikut perempuan tidak diperkenankan menggunakan celana dalam. Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu beberapa pengikut sekte yang diduga telah menyebarkan ajarannya ke beberapa daerah.
Kapolres Kupang AKBP Hery Sulistiyono mengatakan, pengikut sekte Persekutuan Doa Sion Kota Allah yang sudah diamankan sebanyak 11 orang. "Mereka diamankan atas informasi masyarakat," ujarnya.
Sementara pimpinan sekte yang menamakan dirinya Anak Domba, Nimrot Lasbau (49) menyangkal dirinya bersama pengikutnya menyebarkan aliran sesat yang berpusat di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Â Menurut Nimrot, sebelum mendirikan Persekutuan Doa Sion Kota Allah, dirinya bersama pengikutnya terdaftar sebagai anggota jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Rehobot Bakunase, Kupang.
"Sejak 2008 lalu ada petunjuk dari Tuhan agar kami tidak boleh mengikuti kebaktian di gereja sampai tahun 2011 mendatang, Kami masih beragama Kristen dan selalu menggunakan Alkitab saat menunaikan ibadah," lanjut pria yang sehar-hari berprofesi sebagai petani itu.
Sekte ini juga mengadopsi tradisi Islam, yang meninggalkan alas kaki saat masuk ke rumah ibadah. "Kalau kami masuk ke rumah ibadah harus menanggalkan alas kaki. Ini juga petunjuk Tuhan. Tetapi kami ditentang lalu dituduh sebagai pengikuti aliran sesat," tandasnya.
Sedangkan jubah kebesaran dianggap sebagai simbol kebesaran. Menurut Nimort, larangan pergi ke gereja dilakukan setelah mendapat petunjuk dari Tuhan. Selain mengajarkan ajaran sesat, pimpinan sekte memperbolehkan pengikutnya menikah empat sampai tujuh kali sesuai perintah roh Allah.
Aparat kepolisian menjerat sekte sesat ini dengan pasal 156 KUHP ayat 1 dan 2 tentang penodaan agama dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. Kepada penyidik Polresta Kupang, pimpinan Sekte, Nimort Lasbau, mengklaim ajarannya yang paling benar. Bahkan, dia dan pengikutnya sempat melakukan doa di Mapolresta Kupang.
"Apa yang kami lakukan sesuai dengan bisikan roh Allah kepada saya selaku anak domba," tegasnya.
(TB Ardi Januar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.