BLITAR - Sebelum dugaan kasus penculikan terjadi, Alfida Rosa Atsila Suhartono (14) alias Ocha sempat berselisih paham dengan kedua orang tuanya terkait hubungannya dengan sang pacar. Keterangan itu terlepas tak sengaja dari bibir Priyo Suhartono (42) ayah Ocha, saat dimintai keterangan kepolisian.
Menurut Kasatreskrim Polresta Blitar AKP Purdiyanto, kepadanya, Priyo mengaku sebelumnya pernah melarang anaknya (Ocha) dengan berhubungan seseorang. Karena alasan kurang sreg, pejabat Pemkot Blitar ini meminta anaknya mengakhiri hubungan pacaran ini. Alasanya laki-laki yang menjadi pacar Ocha berusia lebih tua.
"Orang tua Ocha memang mengakui pernah melarang anaknya berhubungan dengan orang lain yang sepertinya pacaran. Itu disampaikan pak Priyo saat melapor kemari (polisi), " ujar Purdiyanto, Selasa (2/6/2009).
Namun dalam percakapan itu, Priyo buru-buru menambahkan, jika putusnya hubungan Ocha dengan kekasihnya, karena Ocha merasa kurang cocok. Polisi melihat ada sesuatu yang sengaja disembunyikan keluarga Ocha.
"Sepertinya keluarga ini ingin menjaga agar terlihat perfect. Sehingga ada kesan ditutup-tutupi. Dan ini justru menyulitkan kepolisian dalam melakukan penyelidikan," terang Purdiyanto.
Dengan adanya keterangan itu, Purdiyanto curiga, SMS penculikan yang dikirim ke ponsel Priyo Suhartono bisa juga rekayasa korban (Ocha) dengan motif sakit hati.
"Sebab SMS itu dikirim sekira pukul 17.30 WIB. Dari penyelidikan kami pada saat itu Ocha masih berada di atas bus. Sebab diduga ia tiba di Banyuwangi pada pukul 21.00 WIB. Kami melihat ada sesuatu yang janggal dan analisa polisi tidak tertutup kemungkinan bisa juga ini dibuat (Ocha). Namun semuanya ini baru analisa polisi," papar Purdiyanto.
(Solichan Arif/Koran SI/fit)