JAKARTA - Setelah tim dokter RSCM berhasil mengeluarkan sebuah peniti dari tenggorokan anaknya melalui operasi, orangtua Andini kembali dipusingkan dengan biaya operasi yang harus ditanggungnya. Belum lagi biaya untuk kembali pulang ke rumahnya di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung.
"Tapi udah ada Jamkesmas. Kalau dapat rujukan dari daerah (RSUD), Insya Allah sih gratis," kata ibu Andini, Udrasari, ketika berbincang dengan okezone di ruang ICU Anak, RSCM, Jakarta, Selasa 2 Juni.
Sementara itu, Suami Udrasari, Romadon mengaku untuk bisa sampai ke Jakarta dirinya mendapatkan bantuan dari tetangga yang merasa prihatin dengan peristiwa ini.
"Terkumpul Rp2,5 juta dari tetangga, uang itu buat naik pesawat dan makan di sini," imbuhnya.
Romadon dan Udrasari kini pasrah. Keduanya belum tahu bagaimana nasib mereka di Jakarta lantaran tidak memiliki ongkos untuk pulang ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
"Kami bingung dan belum dapat ongkos darimana, sementara anak kami belum ketahuan kapan sembuhnya," kata dia dengan mimik memelas.
Tersangkut sebuah peniti di tenggorokan Andini, merupakan kelalaian Udrasari. Pasalnya ketika menelan Andini menelan peniti, Udrasari sedang sibuk mengobrol.
Beruntung tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil mengeluarkan peniti itu dari rongga tenggorokan bayi malang berusia tujuh bulan itu.
(hri)