TERNATE - Isak Tangis keluarga Kustini (20), yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar kostnya Senin dini hari lalu, langsung pecah ketika jasad Polisi Wanita (Polwan) Polda Maluku Utara (Malut) itu dievakuasi ke Ternate, Selasa 2 Juni malam.
Tangis histeris keluarga dan rekan-rekan korban, tak bisa dibendung saat peti jenazah, Polwan berpangkat Brigadir Dua (Bripda), yang diduga jadi korban pembunuhan, tiba di pelabuhan Ahmad Yani, Ternate.
Korban yang baru bertugas dua tahun di Polres Buli, Haltim itu, ditemukan tewas mengenaskan di kamar kostnya dalam keadaan setengah telanjang, dan dengan luka di bagian leher serta wajah. Diduga kuat korban diperkosa sebelum dibunuh.
"Dari hasil olah TKP, ditemukan sebilah pisau dan garpu yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi korban. Sementara dari hasil visum, korban dinyatakan meninggal karena kehabisan darah akibat luka parah di bagian leher dan kepala," jelas Kabid Humas Polda Malut, AKBP Nugraha Astawarman pada wartawan, Selasa (2/6/2009) malam.
Tim penyidik Polres Halmahera Timur, hingga kini telah memeriksa teman dekat korban, serta beberapa saksi yang tinggal berdekatan dengan lokasi TKP. "Sampai sekarang kami belum menetapkan tersangka serta belum mengetahui motif atas kasus pembunuhan tersebut," tambah mantan Kabag Operasional Polda Malut itu.
Korban sendiri malam tadi disemayamkan di Mapolda Malut dan direncanakan diberangkatkan Rabu siang ini, ke kampung halamannya di pulau Jawa untuk dimakamkan.
(hri)