JAKARTA - Keluarga Andini, bayi malang yang menelan peniti itu, terganjal pembayaran yang belum jelas penanggungnya. Pihak keluarga pun terancam membayar sendiri biaya perawatan Andini di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM).
Pasalnya, Andini yang berusia tujuh bulan itu tidak lagi ditanggung oleh Jamkesmas ibunya. "Kalau menurut bagian administrasinya, Andini tidak lagi ditanggung oleh orangtuanya. Padahal kalau di daerah kami (Pangkal Pinang) seorang bayi tidak lagi ditanggung Jamkesmasnya ketika berusia satu tahun," terang Paman Andini, Ahmad, ketika dihubungi okezone, Rabu (3/6/2009).
Menurut dia surat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah, Pangkal Pinang, menunjukkan kalau Andini masih ditanggung oleh Jamkesmas orangtuanya.
"Katanya akan diusahakan, itu juga baru kemungkinan. Jadi masih belum jelas siapa yang membiayai. Mana di sini kami nggak kenal siapa-siapa," imbuhnya.
Sementara itu, pihak RSCM juga belum mengetahui dengan pasti apakah biaya perawatan Andini akan digratiskan atau tidak. "Nanti akan saya cek, kalau keluarganya termasuk orang miskin dan memang dirujuk dari RSUD setempat gratis, ya kita gratiskan," ujar Humas RSCM Nata Sudrajat Amban ketika dikonfirmasi.
Lebih lanjut, Nata mengaku tidak mau meributkan hal tersebut dulu. Kini, yang terpenting bagaimana Andini bisa kembali sehat.
Sementara, menurut laporan, kondisi bayi malang tersebut sudah kembali normal dan tinggal menanti proses pemulihan saja.
(hri)