getting time...

NEWS » News

1.500 Penyelam Indonesia Pecahkan Rekor Dunia

Rabu, 3 Juni 2009 17:25 wib

JAKARTA - TNI-AL akan menyelenggarakan perhelatan kelautan bertaraf internasional di Sail Bunaken pada 11-19 Agustus 2009 mendatang.

Kegiatan ini akan menampilkan parade kapal perang internasional dan selam massal untuk melaksanakan upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan RI-64 yang dilakukan 1500 penyelam di dalam laut pada 17 Agustus 2009.

"Pelaksanaan selam massal sekaligus pemecahan Guiness World Records di Manado Sulawesi Utara," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI-AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul di Mako Marinir, Kwitang, Jakarta, Rabu (3/6/2009).

Iskandar menambahkan rekor even selam massal sebelumnya dipecahkan berturut-turut oleh Australia pada 2004 dengan 600 penyelam, pada 2005 Thailand sebanyak 722 penyelam, dan 900 penyelam pada tahun ini. Untuk membukukan rekor baru Indonesia akan menurunkan 1.500 penyelam.

Sementara itu, dalam acara Sail Bunaken itu, Iskandar mengatakan, bahwa 29 negara menyatakan siap mengirimkan wakilnya. Yakni 14 negara delegasi di tambah kapal perang mereka. Di antaranya Amerika, Inggris, India, Rusia, RRC, Brazil, Jepang, Singapura dan Pakistan, serta Malaysia.

Sementara 15 negara yang hadir dengan delegasi antara lain Arab Saudi, Belanda, Iran, Italia, Suriah, Cile, Bangladesh, dan Turki.

Sementara untuk kapal peserta asing, akan melibatkan 24 kapal perang ditambah dua kapal milik pemerintah, 1 tall ship Nadezhda Rusia, ditambah satu kapal BC Australia. "Peserta berjumlah kurang lebih 80 ribu," katanya.

Menurut Iskandar, kegiatan ini memiliki nilai strategis antara lain pentingnya membangun kekuatan maritim yang mampu menjaga kepentingan nasional dan internasional.

"Peserta dari negara-negara sahabat dapat lebih mengenal keindahan maupun kekayaan laut Indonesia. Selain itu juga pengalaman selama mengikuti International Fleet Review ini akan meningkatkan pemahaman dunia Indonesia khususnya wisata bahari," jelasnya.

"Selama kegiatan berlangsung Kota Manado akan dibanjiri lebih kurang 8 ribu ABK asing dan dapat membawa dampak multiplayer effect bagi perekonomian di Sulawesi Utara, khususnya Manado," tambahnya.
(Sukmo Wibowo/Trijaya/fit)