JOMBANG - Kabupaten Jombang sulit untuk lepas dari masalah banjir. Meski curah hujan tidak tinggi, kota santri ini tetap saja menjadi sasaran banjir.
Banjir menerjang empat kecamatan yang memang menjadi langganan banjir. Empat kecamatan itu di antaranya Kecamatan Jombang, Mojoagung dan Mojoroto.
Banjir ini dipicu hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Jombang, Selasa 2 Juni 2009 malam kemarin. Sejumlah gedung sekolah terendam akibat banjir kali ini.
Dari sekian lokasi, banjir terparah terjadi di Kecamatan Peterongan. Ribuan murid di kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Rejoso, terpaksa berjalan kaki tanpa sepatu menuju lokasi sekolah masing-masing. Di lokasi tempat itu, banjir menggenangi jalanan menuju kelas. Siswa bersusah payah memasuki lokasi kompleks sekolah itu lantaran ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa.
Beberapa siswa di kompleks pondok pesantren itu terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Mereka kesulitan melewati genangan air yang berada di setiap sudut gedung. Beruntung, arus air cepat surut dan siang harinya aktivitas di ponpes ini kembali normal.
Tak hanya menggenangi ponpes, banjir juga menggenangi ratusan rumah warga di Desa Rejoso. Bahkan genangan air hingga menerobos rumah warga dengan ketinggian lutut orang dewasa. Warga juga sempat panik lantaran kondisi air yang tak juga surut. Mereka berupaya mengemasi barang-barang berharga dan elektronik yang mudah rusak.
Kota Jombang juga tak luput dari banjir. Banjir terparah terjadi di Desa Denanyar. Banjir yang menerjang lokasi ini membuat aktivitas belajar mengajar di SMK Denanyar diliburkan. Pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa di dua kelas lantaran kondisi ruangan yang tergenang air. Banjir juga menggenangi ratusan rumah warga.
Meski banjir menerjang beberapa desa di empat kecamatan, namun tak satupun warga yang mengaku mendapatkan bantuan dari Pemkab Jombang. Beberapa waktu lalu, banjir parah terjadi di Kecamatan Jombang, dan korban sama sekali tak mendapat bantuan.
Satlak PBP Kabupaten Jombang beralasan, tidak diberikannya bantuan itu lantaran wilayah yang memang langganan banjir. Sejauh ini juga belum ada upaya untuk memperbaiki simpul-simpul yang menyebabkan banjir rutin itu terjadi.
(Tritus Julan/Koran SI/fit)