BLITAR - Alfida Rosa Atsila Suhartono, (14) alias Ocha, siswi kelas satu SMPN 02 Kota Blitar yang diduga menjadi korban penculikan dengan tebusan Rp1 miliar dipastikan selamat.
Pada Kamis (4/6/2009) pukul 01.00 WIB dini hari, Ocha berhasil dibawa pulang ke Blitar bersama empat petugas kepolisian Kota Blitar, orang tuanya, serta tersangka bernama Edi Susanto, (20) warga Kecamatan Glenmor Kabupaten Banyuwangi,
Rombongan ini melakukan perjalanan dari Jalan Dewi Patri Gang II No 23 Kota Denpasar Bali, tempat kosan tersangka bekerja sebagai kuli bangunan.
Menurut keterangan Kasatreskrim Polresta Blitar AKP Purdiyanto, kepolisian saat ini tengah menyiapkan visum medis, apakah selama di Denpasar, Ocha mengalami kekerasan seksual. Visum ini juga termasuk memeriksa keperawanan Ocha.
"Visum ini standar prosedur tetap. Pemeriksaan termasuk ke arah virginitas," ujar Purdiyanto kepada wartawan, Kamis (4/6/2009).
Dalam kasus ini polisi akan menjerat tersangka dengan 328 dan 332 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. "Saat ini tersangka sudah kami tahan. Kami akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut," terangnya.
Mengenai bagaiamana Ocha mengenal tersangka, Purdiyanto mengatakan hubungan keduanya terjalin selama dua bulan melalui komunikasi hape.
Tersangka mendapat nomor hape korban melalui temannya yang bernama Ratna warga Kalimantan. Dari hape itu komunikasi berlanjut hingga berakhir dengan drama penculikan dengan tebusan Rp1 miliar.
"Ratna kenal korban lewat internet. Dan penculikan ini memang rekayasa korban dengan tersangka sendiri. Dan pertemuan itu adalah yang pertama kalinya bagi korban dan tersangka," pungkasnya.
Rabu kemarin polisi berhasil 'membebaskan? Ocha dari tangan Edi Susanto. Pria itu berinisial ES (17) warga Kecamatan Glenmor Kabupaten Banyuwangi. Keduanya ditemukan di salah satu lokasi di daerah Denpasar Pulau Bali. Ancaman penculikan itu diduga kuat hasil rekayasa keduanya.
"Ayah korban (Priyo) yang dalam hal ini selaku saksi mengakui pernah bertengkar dengan korban setelah dirinya melarang pacaran dengan Edi Susanto. Sementara ketika dimintai keterangan korban dan pelaku mengaku saling mencintai dan tidak ingin dipisahkan," ujar Kapolresta Blitar Ajun Komisaris Besar Polisi Yosafat S kepada wartawan di sela acara pemaparan pelaksanaan kampanye Pilpres di Mapolwil Kediri kemarin.
Sementara itu keluarga Ocha, yakni Aris adik Priyo Suhartono ketika ditemui wartawan di rumahnya Jalan Kali Brantas 25 Kelurahan Bendo Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar, justru menutupi motif penculikan Ocha oleh pacarnya. Aris mengatakan Ocha memang menjadi korban penculikan dengan modus hipnotis atau gendam. Saat ditemukan Ocha dalam keadaaan linglung.
"Pelakunya bukan pacarnya. Ia dihipnotis melalui chating hape," ujarnya. Didesak lebih jauh tentang pelaku penculikan, Aris menolak dengan alasan Priyo sendiri yang akan memberikan keterangan."Langsung saja ke kakak saya aja (Priyo)," tukasnya sembari menutup pagar.
(Solichan Arif/Koran SI/fit)