getting time...

NEWS » News

Ocha Dirukyah Usir Guna-Guna

Sabtu, 6 Juni 2009 07:34 wib

BLITAR - Kondisi psikis Alfida Rosa Atsila Suhartono (14) alias Ocha, korban penculikan dengan tebusan uang Rp1 miliar ternyata belum sepenuhnya stabil.

Putri Plh Dinas Pengelola Keuangan Daerah Pemkot Blitar Priyo Suhartono(42)  masih kerap linglung dan melamun. Karena itu, Jumat (5/6/2009) malam keluarga merukyah Ocha. Sebab, ketidakstabilan jiwa Ocha diyakini akibat pengaruh hipnotis atau guna-guna Dwi Susanto (20), warga Glenmor, Banyuwangi.

"Kita percaya ini akibat hipnotis, sebab prilaku  anak saya sebelumnya juga tidak begini. Ditambah lagi pengakuan tersangka memang telah menghipnotisnya," ujarnya.

Terkait guna-guna, Priyo juga mengatakan, anaknya terlihat murung dua hari sebelum pergi ke tempat penculiknya. Bahkan Ocha juga telah menerima sms bernada ancaman pada Minggu, 31 Mei lalu. "Namun sms itu telah dihapus. Intinya Ocha diminta pergi dari rumah, atau keluarganya akan dihabisi," tuturnya.

Akibat guna-guna pula, Ocha yang sebelumnya penurut, menurut Priyo berani melanggar aturan keluarga. Jawaban ini untuk menyangkal jika Ocha sengaja kabur karena ada konflik di rumah. "Padahal anak ini sebelumnya ke Garum aja minta diantar. Yang pasti tidak ada pertengkaran yang membuat anak saya lari dari rumah," paparnya.

Karena masih belum stabil kejiwaanya tersebut, Priyo yang juga warga Jalan Brantas, Kelurahan Bendo, Kota Blitar itu, membiarkan anaknya tidak sekolah dulu. Bahkan ia berencana memindahkan sekolah anaknya dari SMPN 02 Kota Blitar, jika lingkungan yang ada sekarang membuatnya sulit untuk normal kembali.

Saat ini Ocha berada di rumah neneknya di Kabupaten Nganjuk. Priyo mengaku tidak ingin kehilangan masa depan anaknya yang saat ini dalam masa pertumbuhan menuju remaja. Saat menjelaskan ini, pejabat yang sebelumnya selalu nampak keras dan kaku itu berurai air mata. "Harapan saya, anak kami bisa kembali seperti sedia kala," pungkasnya sembari sesenggukan.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Blitar Ajun Komisaris Polisi Purdiyanto mengatakan, saat ini petugas masih meminta keterangan tersangka, termasuk menunggu hasil visum korban, apakah terjadi kekerasan seksual atau tidak. "Dalam kasus ini kita masih mengembangkan penyelidikan, untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat atau tidak," ujarnya.


(Solichan Arif/Koran SI/ram)