getting time...

NEWS » News

Anggota Dewan Dapat Asuransi Kesehatan Rp500 Juta

Senin, 8 Juni 2009 02:27 wib

SIDOARJO - Menjadi anggota dewan semakin terjamin dengan segala fasilitas. Seperti anggota dewan yang terpilih dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April lalu, mereka langsung diikutkan asuransi kesehatan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sidoarjo, padahal mereka belum dilantik.

Sebanyak 50 anggota DPRD Sidoarjo periode 2009-2014 nantinya akan mendapatkan jatah asuransi kesehatan Rp10 juta perorang. Total anggaran untuk asuransi itu Rp500 juta, dan saat ini masih dalam proses tender yang akan dilakukan di Sekretariat DPRD Sidoarjo.

"Sudah ada alokasi dana untuk asuransi kesehatan Dewan baru tahun ini," ujar sumber di DPRD Sidoarjo yang enggan disebut namanya.

Pemberian asuransi kesehatan sudah dialokasi anggaran untuk asuransi yang sudah tertuang di APBD 2009. Pemberian asuransi ini akan menjadi fasilitas pertama bagi anggota dewan terpilih. Selain asuransi, para anggota dewan bakal disediakan baju dinas oleh sekretariat. Untuk fasilitas lainnya akan menyusul setelah dilantik.

Sekretaris DPRD Sidoarjo Pono Subiyanto mengaku sudah melayangkan undangan kepada masing-masing caleg terpilih. Kecuali untuk dua caleg dari PDI Perjuangan yang sampai saat ini masih dikosongkan, karena masih mendekam di LP Delta Sidoarjo.

Surat tersebut sudah didistribusikan seusai selesai ditandatanganinya keputusan KPU tangal 17 Mei 2009 No 270/4040/KPU-SDA/V/2009 yang dilayangkan ke DPRD Sidoarjo. Dalam surat itu KPUD melaporkan hasil penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo pemilu 2009.

Zainul Lutfi, salah satu caleg terpilih dari PAN mengakui kalau sudah menerima surat undangan dari Sekreariat DPRD Sidoarjo. "Kita mendapat undangan untuk mengukur seragam, tapi untuk lain-lainnya seperti penjelasan dari Ketua DPRD dan Sekretariat DPRD belum tahu," tandasnya.
(Abdul Rouf/Koran SI/kem)

  • Donna X » 0 Tanggapan
    Kasihan bener 10 juta x orang buat asuransi kesehatan sedangkan yang miskin gak bisa bayar untuk berobat di rumah sakit yang HARUSNYA menerima pasien dengan kondisi apapun mereka tak ada yang menolong nyape akhir kematian seperti yang terjadi di(RSUD Gresik)bahkan kejadian seperti ini banyak terjadi di beberapa tempat di (Indonesia)namun tidak semua orang berani melaporkan diri karena biasanya melaporkan diripun harus pakai biaya!Kita sebagai orang miskin harusnya tinggal di mana?apakah kita mempunyai Equal Human Right seperti bangsa lain?trks
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Ibrahim Uno » 0 Tanggapan
    Saya senang para anggota dewan dapat jatah 10jt/org semoga kinerjax jauh lebih baik dimasa depan tolong jatah askeskin masy diperhatikan kalau perlu RS yang menolak askeskin ditindaki sesuai aturan yang ada
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.